indosiar.com, Jakarta - Sebuah surat edaran atas nama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Rajiman Tarigan beredar luas disejumlah perusahaan di Jakarta. Yang meresahkan dari surat itu bukan karena cap dan tanda tangan Wakapolda, tapi isi suratnya yang mewajibkan setiap perusahaan di Jakarta menyumbangkan dana untuk kelancaran Pilkada DKI, karena itu polisi meminta warga lebih waspada.
Surat edaran untuk meminta dana atas namakan kandidat Cagub/Cawagub DKI Adang Daradjatun dan Dani Anwar ditemukan anggota intel kepolisian Senin (30/07/07) kemarin. Surat yang meminta bantuan dana bagi pelaksanaan kampanye Pilkada itu beredar disebuah perusahaan yang berlokasi dikawasan Jakarta Pusat.
Surat mengatasnamakan Wakil Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya dengan mencantumkan tanda tangan, cap serta nomor surat. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Rajiman Tarigan menegaskan, surat itu palsu. Keberadaan surat yang disinyalir untuk memeras para pengusaha ini menurut Wakapolda bisa merusak hubungan baik antara dirinya dengan kedua kaditat, maupun citra polisi yang harus bersikap netral.
Wakapolda mengaku sudah menyerahkan kasus surat palsu ini untuk ditindak lanjuti dan akan diselidiki oleh Reserse Kriminal Umum Polda. Polisi sudah melakukan pengecekan ke nomor telephone yang tercantun dalam surat dan ada pelaku yang mengaku sebagai Wakapolda.