HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI

Nekad Mencopet, Pria Babak Belur Dihajar Massa



indosiar.com, Semarang -  Kepergok saat mencopet dompet milik seorang pengunjung acara pameran otomotif dihalaman kantor Gubernur Jawa Tengah, seorang remaja pengangguran menjadi bulan - bulanan massa. Meski sempat diamankan seorang anggota polisi massa pengunjung rupanya masih kesal, hingga terus mengejar dan menghujani wajah pelaku dengan bogem mentah hingga wajahnya babak belur dan mengeluarkan darah segar.

Pencopet ini beraksi dikeramaian salah satu stand mie instant dengan merogoh dompet salah satu pengunjung yang telah antri mendapatkan pembagian sample produk secara gratis. Namun aksi pencopetan yang ini dapat digagalkan korban hingga pelaku akhirnya diserahkan kepada salah satu panitia pameran.

Penangkapan pencopet rupanya ini memancing emosi pengunjung, hingga massa mulai berkerumun berupaya menghakimi pelaku. Saat pencopet ini hendak diserahkan kepada polisi yang bertugas disekitar lokasi pameran, puluhan massa terlihat memukuli kepala pelaku dari arah belakang. Seorang polisi yang ikut mengamankan pelaku rupanya juga kewalahan karena massa yang mengepung makin banyak dan tidak terkendali.

Dengan susah payah aparat polisi berhasil membawa pencopet ini dari amukan massa dilokasi pameran. Dengan wajah babak belur berlumuran darah, pelaku digelandang dengan berlari cepat menuju truk Dalmas hingga nyawanya bisa diselamatkan.

Kepada polisi pencopet warga Gunung Sahari Tandang, Semarang Selatan ini mengaku nekad mencopet karena kepepet tak punya uang untuk keperluan sehari - hari. Selain itu dia juga bingung karena diminta membantu ibunya mencari uang untuk membayar tagihan hutang. (Agus Hermanto/Dv). 
Bookmark and Share


Page: 1
28-May-2007 15:45:37 WIB by zakky
masa seharusnya tidak main hakim sendiri dan dapat menahan emosi. kasus amuk masa di indonesia kadang sampai kelewatan hingga mengakibatkan korban jiwa. para aparat hukum ditunutt untuk lebih tegas dan meningkatkan citra sehingga kepercayaan publik semakin meningkat, hal merupakan salah satu cara agar main hakim sendiri dapat dikikis dari budaya Indonesia.

 

Nama:
Email:
Security Code: