indosiar.com, Cirebon - Seorang pelajar di Cirebon ditangkap polisi, setelah ketahuan mencuri telepon genggam disekolahnya. Sebelumnya tersangka yang menggunakan nomor telepon genggam curian tersebut dijebak petugas dan korban. Mengetahui anaknya ditangkap sang ibu yang menyusul dikantor polisi histeris dan pingsan setelah memarahi tersangka.
Perempuan itu jatuh pingsan setelah memarahi anaknya habis - habisan di Mapolsek Susukan, Cirebon. Sang anak yang masih duduk dikelas 3 SMK Susukan itu, baru saja ditangkap polisi dengan tuduhan pencurian telepon genggam. Sang ibu rupanya kecewa karena anaknya tetap mencuri, meski segala kebutuhannya telah dipenuhi.
Tersangka yang masih menggunakan sim card curian, awalnya dijebak oleh kakak korban dan polisi. Dengan berpura - pura mengajak kencan, begitu ketemu tersangka langsung disergap polisi yang tengah mengintai. Saat ditangkap tersangka sempat mengelak dengan berdalih menemukan sim card tersebut di WC sekolah, namun setelah didesak akhirnya tersangka mengakui perbuatannya mengambil telepon genggam milik Surtini saat ditinggal praktek di laboratorium.
Sim card milik korban sengaja digunakan karena pulsa masih tersisa 90 ribu rupiah. Tersangka mengaku telah menjual HP curian disebuah counter di Majalengka. Uang hasil penjualan sebesar 250 ribu rupiah digunakannya untuk membeli miras menyambut usainya ujian UAN.
Namun bertanggungjawabkan perbuatannya tersangka ditahan di Mapolsek Susukan. Sementara polisi masih mencari barang bukti telepon genggam curian yang telah dijual. (Masyuri Wahid/Dv).