indosiar.com, Cirebon - Dua orang pembantu rumah tangga di Cirebon jadi korban pembantaian oleh anak majikannya sendiri, ketika masih tidur lelap dikamarnya. Satu korban tewas sementara seorang lainnya kritis, dengan luka tusuk disejumlah bagian tubuhnya. Aksi sang anak majikan diduga karena penyakit depresi yang dideritanya tengah kambuh.
Jenazah Ita dilarikan ke Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon sesaat setelah kejadian. Gadis 18 tahun asal Brebes, Jawa Tengah itu tewas dengan sejumlah luka tusuk ditubuh dan tangannya.
Ita dan Nengsih rekannya sesama pembantu rumah tangga dibantai Edo Prawiro, anak majikannya sendiri. Keduanya ditusuk berulangkali saat masih tidur lelap Minggu (10/5/09) dinihari. Nyawa Ningsih masih dapat diselamatkan meskipun menderita luka parah dibagian dada dan tangannya.
Nengsih kini dirawat di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon. Diduga kuat pelaku yang diketahui pernah menderita depresi kembali kambuh. Namun Nengsih yang baru bekerja 1 bulan dirumah majikannya di Jalan Sukapura I, Cirebon itu mengaku belum tahu jika anak majikannya menderita depresi.
Pelaku sendiri kini dalam perawatan medis di Rumah Sakit Putra Bahagia, Cirebon dengan kawalan ketat polisi. Sesaat setelah diamankan polisi, penyakit jantung Edo juga kambuh. Menurut Kapolresta Cirebon AKBP Ary Laksmana, berdasarkan pemeriksaan sementara Edo mengaku mengalami halusinasi dan mendapat bisikan untuk melakukan pembantaian tersebut.
Menyusul kejadian ini polisi memeriksa sejumlah saksi termasuk keluarga pelaku. Polisi juga menyita pisau dapur yang dipakai pelaku menyerang para korban. (Masyuri Wahid/Dv)