indosiar.com, Jakarta - Warga Jakarta nasabah bank bisa sedikit bernapas lega. Polisi meringkus 2 komplotan pembobol dana nasabah bank melalui ATM, terdiri dari 9 dan 5 orang. Komplotan pertama bekerja menggunakan teknologi tingkat tinggi berupa skimmer dan bagian sindikat internasional pembobol dana nasabah bank. Sedangkan komplotan kedua bekerja secara konvensional dengan mengintip nomor PIN nasabah di ATM dan bersembunyi dalam mesin ATM untuk menahan kartu ATM.
14 tersangka yang ditangkap disejumlah lokasi di Jakarta Barat, terdiri dari 2 kelompok pelaku pembobolan dana ATM. 9 tersangka merupakan sindikat internasional yang beraksi dengan menggunakan teknologi tingkat tinggi. Dengan menggunakan skimmer, sindikat ini mengirim data ke Kanada dan Australia.
Setelah menjadi data lengkap, berikut nomor PIN nya, data tersebut kembali dikirim ke Indonesia, untuk selanjutnya dimasukkan kedalam kartu ATM yang telah disiapkan pelaku. Dari tangan tersangka, polisi menyita 60 ATM kosong berikut alat skimmernya.
Sedikitnya 700 juta dana nasabah bank BCA berhasil diraup sindikat ini. Sindikat ini juga diduga kuat memiliki hubungan dengan kasus pembobolan dana ATM yang terjadi belakangan ini di Bali. Karena modus yang digunakan pelaku mirip dengan kasus yang ditemukan di wilayah tersebut.
Sementara itu polisi juga membekuk 5 tersangka pembobolan dana ATM dengan cara konvensional. Yakni FJ, RS, MB,DH dan EKW. Dalam aksinya, salah seorang pelaku yang kini masih buron, masuk kedalam mesin ATM BCA untuk menahan mesin ATM korban agar tersangkut didalam mesin ATM. Seorang pelaku lain bertugas mengintip nomor PIN korban dengan berpura-pura menjadi nasabah yang ikut antri di belakang korban, saat nasabah memasukan ATM kedalam mesin.
Setelah korban pergi melaporkan kartunya yang tertelan, pelaku menggasak uang didalam ATM. Kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap para tersangka, termasuk yang kini masih buron. (Dedi Irawan/Sup)