HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
PATROLI

Pelaku Satpam Blizt, Pembunuh Bayaran

Pembunuh Elen Tertangkap



indosiar.com, Jakarta - Pelaku pembunuhan terhadap Maria Fransisca Bernadet Elen yang tewas di Mall Pacific Place kawasan Sudirman Jakarta diketahui adalah seorang satpam Blizt Megaplex yang terletak di lantai 6 mall tersebut. Saat pemeriksaan tersangka mengaku membunuh karena disuruh seseorang yang mengiming-iminginya uang dalam jumlah besar bila berhasil membunuh korban.

Mulyadi akhirnya dibekuk aparat kepolisian di rumah kontrakannya di Jalan Tanah Merdeka, Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Karena berdasarkan hasil foto dan rekaman kamera CCTV dari lantai 7 gedung Pacific Place, tersangka terlihat berada disekitar lokasi tewasnya Maria Fransisca Bernadet Elen alias Elen.

Kecurigaan polisi bertambah setelah polisi mendatangi di Blizt Megaplex di lantai 6 gedung, lalu foto yang ada di CCTV di kenali oleh salah seorang satpam di lokasi tersebut. Tersangka sendiri merupakan satpam PT Garda Tama Nusantara yang bertugas di Blizt Megaplex yang lokasinya berada di pusat perbelanjaan Pacific Place dikawasan Niaga Sudirman, Jakarta Selatan tersebut.

Dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan tersangka, disita sejumlah barang bukti diantaranya sebilah pisau yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa Elen, tas milik korban berikut isinya, jaket berlumuran darah serta tas ransel yang digunakan tersangka saat melakukan pembunuhan.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Mulyadi diketahui tersangka mengaku membunuh korban Elen karena disuruh seseorang dengan diiming-imingi sejumlah imbalan. Faktor kebutuhan ekonomilah yang mendorong tersangka nekad menghabisi nyawa Elen, wanita yang belum dikenalinya.

Terkait keterangan tersangka, polisi masih harus berhati-hati dalam mengungkap kasus ini. Dari hasil penyelidikan polisi tersangka diketahui mempunyai predikat buruk dalam menjalankan pekerjaannya. Polisi juga sempat terkecoh dengan keterangan tersangka yang mengaku disuruh membunuh Elen oleh rekannya sesama satpam.

Saat ini polisi masih mendalami seluruh keterangan tersangka dan masih memburu seseorang yang diakui tersangka sebagai otak pembunuhan terhadap Elen. Akibat perbuatannya tersangka diancam hukuman berlapis dan dijerat Pasal 340 KUHP, 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara minimal seumur hidup. (Dedi Irawan/Sup)
 

Bookmark and Share