indosiar.com, Serang - Misteri pembunuhan wanita yang mayatnya disimpan didalam koper dalam bagasi bus Soni jurusan Tasikmalaya - Pangandaran akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan ternyata bawahan korban yang kesal dibohongi akan diberi proyek pekerjaan. Tersangka ditangkap bersama adiknya oleh petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Banten pada Selasa (14/7/09) siang, dilangsung dibawa ke Mapolda Banten untuk penyelidikan lebih lanjut.
Inilah Hilman Zainnudin tersangka pembunuh wanita yang mayatnya ditemukan didalam koper yang ditemukan pada Senin lalu didalam bus Soni jurusan Tasikmalaya - Pangandaran, Jawa Barat. Hilman yang tidak masuk kerja selama 2 hari diringkus polisi saat datang ke tempat kerjanya di PT Karya Info Abadi di Jakarta Selatan.
Tadinya ia mengaku pulang ke kampung halamannya karena habis membunuh Kun Surati, tapi akhirnya tersangka tidak bisa mengelak. Ia bahkan mengaku sempat mengambil uang korban sebanyak 4 juta rupiah yang memberikannya kepada isteri dan keluarganya di Lampung.
Tersangka Hilman mengaku tidak menyesal telah membunuh korban yang merupakan atasannya. Tersangka mengaku telah terlanjur sangat kecewa, karena korban terlalu sering membohonginya dengan menjanjikan proyek pekerjaan, tetapi ketika ditagih korban selalu mangkir.
Sebelumnya tersangka Hilman ditangkap bersama adiknya Dayat oleh petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Banten dikawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa siang. Dayat digelandang karena ikut membantu mengangkat koper yang berisi jasad korban bersama kakaknya.
Berdasarkan keterangan para tersangka korban dibunuh dikawasan Lebak Bulus. Mayatnya kemudian dimasukan kedalam koper dan tadinya akan dibawa ke Pelabuhan Merak, Banten, namun takus aksinya tercium petugas tersangka kemudian mengubah rencana awalnya dan meletakan koper tersebut kedalam bus jurusan Banjar. (Tim Liputan/Dv).