HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Massa Serbu Rumah Pelaku

Pembunuhan Siswa Terungkap



indosiar.com, Banyumas - Sekitar enam jam setelah penemuan mayat seorang siswa kelas 2 SMP bernama Yoga, di hutan jati, Desa Jatisaba, Kabupaten Banyumas, polisi berhasil meringkus pelakuknya.

Ternyata pembunuhnya adalah Agus, yang merupakan teman main korban. Polisi menangkap pembunuh sadis yang masih remaja itu di rumahnya di Desa Penusupan Kecamatan Cilongok. Tanpa perlawanan, siswa kelas tiga sebuah SMK swasta di Banyumas ini langsung dibawa ke Mapolres Banyumas, dan ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka mengaku ia dendam terhadap korban karena sering diejek. Selain ada unsur sakit hati, tersangka juga bermaksud menguasai sepeda motor temannya itu. Dalam pemeriksaan terungkap, sebelumnya tersangka pernah mencoba melakukan pembunuhan namun gagal. Yang juga mengejutkan, pembunuhan sadis yang dilakukan remaja berusia 18 tahun itu terinspirasi game kekerasan mortal kombat.

Akibat pembunuhan yang dilakukannya, tersangka diancam Pasal 383 tentang Pembunuhan  yang direncanakan dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. Pembunuhan itu sendiri terjadi Selasa malam. Korban yang bernama Yoga Aprianto, siswa kelas dua SMP PGRI, tewas dengan tangan terpotong dan leher nyaris putus.

Sementara itu terbunuhnya Yoga berbuntut dengan aksi perusakan terhadap rumah tempat tersangka tinggal, di Desa Penusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Semalam rumah itu diserang ratusan massa yang memporak-porandakan rumah tersebut.

Menurut warga sekitar, massa yang diperkirakan merupakan kerabat korban datang sekitar jam sebelas malam. Saat perusakan berlangsung, warga sekitar tak ada yang berani menghalangi aksi tersebut. Sementara Sukiswo, orang tua tersangka yang sudah diberitahu akan kedatangan massa, telah lebih dulu mengungsi bersama penghuni rumah yang lain ke tempat aman.

Selain melempari rumah dengan batu, seluruh isi rumah juga porak poranda. Polisi kini masih melakukan penyelidikan kasus aksi masa ini. (Nanang Anna Noor/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: