indosiar.com, Temangung - Diduga akibat cemburu, seorang pria di Temangung, Jawa Tengah, gelap mata, lalu membantai tetangganya sendiri, yang juga adalah kepala dusun. Dibakar amarah, pelaku bersama istrinya terlebih dulu menjemput korban yang tengah bekerja ke kantor desa, lalu mengajaknya ke jalan desa. Entah apa yang terjadi, pelaku lalu menusuk perut korban beberapa kali, hingga korban tersungkur, lalu tewas. Ironisnya, pelaku langsung kabur, meninggalkan istrinya bersama korban.
Ahyanti langsung menangis melihat jasad suaminya Asbadi, yang masih berseragam dinas terbujur kaku di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Ngesti Waluyo Parakan, Temangung. Asbadi, warga Dusun Joko Mertan, Parakan, Kauman yang merupakan kepala dusun setempat, diduga tewas setelah dibantai tetangganya sendiri bernama Yayan. Kejadian bermula, saat korban yang sedang berada di kantor desa, dijemput oleh Yayan dan istri Yayan, Heni Puji Astuti diajak ke pinggir jalan desa. Ditempat itu, korban langsung dianiaya dan ditusuk beberapa kali pada bagian perut menggunakan pisau dapur yang dibawa pelaku.
Setelah menghabisi korban, pelaku kemudian kabur menggunakan sepeda motornya, meninggalkan istrinya dan korban yang tersungkur bermandikan darah.
Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Ngesti Waluyo Parakan. Sementara istri pelaku, melaporkan kasus ini ke Polsek Parakan. Petugas langsung melakukan olah TKP dan mengamankan pisau yang digunakan membantai korban sebagai barang bukti. Hingga kini polisi masih terus menyelidiki motif pembunuhan serta mengejar pelaku, dan memeriksa pelaku sebagai saksi. Dugaan sementara pembunuhan ini dilatarbelakangi rasa cemburu pelaku terhadap korban. (Budi Kusuma/Sup)