HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Sindikat Pembuat Petasan Ditangkap

Polisi Sita 60 Karung Petasan



indosiar.com, Cirebon - Menjelang bulan puasa yang tinggal sepekan, aktivitas peredaran petasan berusaha diredam aparat. Empat anggota jaringan pengedar petasan lintas propinsi Rabu (05/09/07) kemarin, ditangkap petugas Polres Indramayu.

Dari keempat tersangka, polisi menyita 60 karung petasan senilai 500 juta rupiah. Petasan industri Indramayu ini rencananya akan dijual ke sejumlah bandar di Jakarta dan kota - kota sekitarnya.

Empat tersangka sindikat pengedar petasan ini menjalani pemeriksaan di Mapolres Indramayu setelah tertangkap dalam sebuah operasi tertutup.

Keempat tersangka yang berasal dari Indramayu dan Majalengka ini merupakan sindikat pengedar petasan lintas propinsi. Masing - masing anggota sindikat ini memiliki peran berbeda. Damirih, ibu rumah tangga Sejati Barat Indramayu bertugas sebagai pengedar lokal.

Sementara 3 tersangka lain yakni Syamsudin, warga Majalengka serta Tarman dan Nurjani warga Jati Barang mengedarkannya keluar kota. Dari tangan para tersangka, petugas menyita 60 karung petasan ukuran sedang dan besar. Petasan ini merupakan jenis favorit yang paling banyak dipesan oleh para bandar petasan luar kota Indramayu.

Meski beresiko tinggi para tersangka mengaku tergiur menjual petasan karena keuntungannya berlipat. Jika dijual dengan harga pasaran, 60 karung ini berharga sekitar 500 juta.

Menurut Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Janied, polisi masih mengembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki kemungkinan terlibatan oknum pejabat daerah menjadi backing peredaran petasan. Sejumlah desa di Indramayu sejak dahulu dikenal sebagai centra pembuatan petasan dengan model home industri. Namun petugas kesulitan memberantasnya karena dilakukannya secara kucing - kucingan. (Masyudi Wahid/Dv). 
Bookmark and Share


Page: 1
6-Sep-2007 13:59:30 WIB by edyvanvreden
dari pada bisnis petasan senilai Rp.500 juta lebih baik bisnis sembakok, atau bisnis kue lebaran kan lebih afdol, lagi pula petasan bukanlah budaya islam.

 

Nama:
Email:
Security Code: