indosiar.com, Tangerang - Misteri kasus temuan potongan tubuh didalam bus Mayasari Bhakti di Cakung, Jakarta Timur semakin terkuak. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan tersangka pelaku Sri Rumiati alias Yati di Sepatan, Tangerang, Banteng polisi menemukan bekas ceceran darah pada dinding dan dan lantai yang golongan darahnya sama dengan korban mutilasi.
Ada beberapa titik yang menjadi target olah TKP pihak kepolisian antara lain rumah kontrakan, empang dan lahan yang akan dijadikan bangunan sepiteng disekitar rumah kontrakan korban.
Rumah kontrakan korban dicurigai sebagai lokasi pembantaian korban, sedangkan empang dan lahan yang akan dijadikan sepiteng diduga kuat sebagai tempat menyembunyikan sisa potongan tubuh korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Dari hasil olah TKP yang dilakukan, pihak kepolisian menemukan bekas ceceran darah di dinding dan di lantai rumah kontrakan korban.
Sementara untuk mengetahui identitas korban penyidik hingga kini masih menunggu hasil test DNA yang ditangani Pusat Kedokteran dari Kesehatan Mabes Polri dan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Rencananya pihak kepolisian akan kembali melakukan olah TKP Rabu ini. Titiknya disekitar lahan yang akan dijadikan sepiteng dan empang serta persawahan yang dicurigai sebagai tempat pembuangan potongan tubuh korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Dalam kasus mutilasi sadis ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga terlibat. Namun baru Sriyati alias Atik, istri korban yang baru ditetapkan sebagai tersangka. (Mas'ud Ibnu Samsuri/Sup)