indosiar.com, Manado - Pemuda itu hanya bisa menangis saat dirinya akan digiring polisi karena dianggap menjadi pemicu perkelahian antar pemuda, yang nyaris berakhir tawuran antar kampung di Wanea, Manado, Sulawesi Utara.
Kepada polisi, pemuda itu menolak disebut sebagai provokator dan mengaku justru jadi korban pemukulan. Mendengar hal itu, warga sekitar mulai terpancing emosi hingga nyaris menghakimi sang pelaku.
Perkelahian antar pemuda mabuk itu terjadi Senin dinihari (20/4/2009) diduga karena saling tersinggung diantara mereka yang sedang pesta miras, hingga akhirnya terjadi adu jotos. Namun saat polisi tiba di lokasi, pemuda itu yang tidak sempat melarikan diri.
Polisi hingga kini masih terus memburu pelaku perkelahian lainnya yang sering membuat onar di kawasan tersebut.(Alamsyah Johan/Ijs)