indosiar.com, Jawa Timur - Belasan wanita pekerja seks komersial (PSK) yang nekad beroperasi siang hari terjaring razia petugas gabungan Satpol PP dan Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Senin (27/07/l09) kemarin. Razia ini sempat diwarnai aksi kejar-kejaran serta protes keras dari pemilik salon yang hendak dirazia.
Begitu tahu ada petugas Satpol PP melakukan razia, seorang PSK langsung lari tunggang langgang. Bahkan sang PSK nekad menceburkan diri ke sungai untuk menghindari kejaran petugas. Namun upaya tersebut gagal, karena petugas Satpol PP berhasil membekuknya.
Petugas juga merazia sebuah salon kecantikan di wilayah Kecamatan Dlangu yang diduga sebagai salon plus. Namun saat hendak menangkap beberapa pekerja salon, pemilik salon protes dan memaki-maki petugas karena tidak terima tempat usahanya dianggap sebagai tempat mesum.
Selain warung pinggir jalan dan rumah bordir, razia juga dilakukan petugas disebuah warung remang-remang yang lokasinya berada di tengah-tengah areal hutan Kayu Piti Watu Blorok, Kecamatan Dawar Blandong.
Yudha Hadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto mengatakan, dalam razia ini ada seorang oknum anggota Satpol PP Kota Mojokerto yang ikut jadi beking para PSK serta ada seorang oknum anggota polisi yang ikut terjaring.
Dalam razia ini sebanyak 16 PSK berhasil terjaring, selanjutnya mereka akan dibawa ke kantor dinas Sosial Kabupaten Mojokerto untuk dilakukan pembinaan. (Diak Eko Purwoto/Sup)