indosiar.com, Semarang - Razia penyakit masyarakat yang menyasar para tunawisma dan pekerja seks komersial (PSK) di Semarang, Jawa Tengah, kemarin, berlangsung ricuh, karena sejumlah orang melawan saat akan diangkut petugas. Razia diwarnai tangis seorang bocah tuna wisma, yang ditinggal lari orang tuanya, begitu melihat petugas datang.
Jerit tangis anak jalanan itu langsung pecah, saat terjaring razia petugas Satpol PP Kota Semarang, Jawa Tengah. Ketakutan, ia terus memanggil orangtuanya yang memilih kabur saat petugas datang.
Razia dekat di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran, Semarang ini, juga diwarnai perlawanan seorang tuna wisma yang menolak diangkut. Sejumlah PSK yang terjaring, juga nekat melawan dengan terus meronta, bahkan sempat mengancam petugas.
Hingga razia berakhir, sedikitnya 34 orang terjaring. Terdiri dari gelandangan, anak jalanan, pengemis serta PSK yang beroperasi siang hari. Mereka yang terjaring didata dan diambil keterangan, selanjutnya dikirim ke Panti Sosial Tugurejo, Semarang.(Agus Hermanto/Ijs)