HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
PATROLI

Reka Ulang Kasus Pembunuhan



Berita HOT:

indosiar.com, Yogyakarta - Petugas kepolisian dari Poltabes Yogyakarta, akhir pekan lalu, merekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan Tresnawan Hendra Setiawan, warga Ngampilan, Yogyakarta. Dari reka ulang, terungkap korban tewas setelah dikeroyok sejumlah pemuda, hanya karena senggolan motor.

Rekonstruksi pembunuhan Hendra Setiawan, yang terjadi 17 Juli 2004, dilakukan petugas Poltabes Yogyakarta di perempatan Gondomanan, Yogyakarta. Dari rekontruksi tergambar, pembunuhan bermula saat para tersangka mengendarai dua sepeda motor. Dalam perjalanan pulang dari Alun-alun Utara Keraton, disenggol sepeda motor korban.

Karena tidak terima, para tersangka kemudian mengejar korban. Bukannya lari, korban malah menghadang didepan Vihara Gondomanan. Seorang tersangka bernama Santo menghampiri korban dan keduanya terlibat cekcok mulut, yang berakhir dengan pemukulan. Tidak terima temannya diperlakukan seperti itu, tersangka Daniel langsung mengeluarkan clurit dari balik bajunya dan menyabetkan ketubuh korban hingga jatuh tersungkur.

Sambil menahan luka bacok, korban sempat berlari menyelamatkan diri kearah Sultan Agung. Namun karena kehabisan darah, korban akhirnya tewas.

Reka ulang juga dilakukan untuk kasus pembunuhan seorang pekerja seks komersial, bernama Marsiki, yang terjadi 12 Juli 2004. Pembunuhan berawal ketika korban meminta Syarif, tukang becak langganannya, mengantarkannya mencari tamu. Diperjalanan, korban menagih uang sewa becak kepada tersangka. Ditagih demikian, tersangka marah dan turun dari becaknya, serta memukul korban dengan sebatang kayu hingga tersungkur.

Melihat korban tidak berdaya, tersangka lalu mengambil anting-anting, cincin dan dompet milik korban. Korban selanjutnya diseret kepinggir jalan dan dibopong ke persawahan. Kepala korban kemudian dibenamkan ketanah dan ditutupi jerami. Sebelum kabur, tersangka sempat membuang dompet milik korban. Rekonstruksi tersebut sempat diwarnai insiden pemukulan yang dilakukan saudara korban.(Sudaryono dan Ahmad Hadiyin/Idh)

Bookmark and Share