indosiar.com, Semarang - (Jumat, 03.02.2012) Kesal dengan aksi penipuan yang dilakukan oleh seorang dukun pengganda uang, puluhan warga Ngaliyan, Semarang Barat Kamis kemarin mendatangi tempat praktek dukun itu. Warga ingin menangkap dan menyerahkanya ke polisi. Waga sudah kehabisan kesabarannya sebab, ulah dukun palsu itu selain menipu dengan modus penggandaan uang, juga mencabuli seorang ibu rumah tangga.
Gubuk ditengah sawah yang menjadi tempat praktek dukun pengganda uang ini, beramai-ramai didatangi puluhan warga Beringin, Ngaliyan, Semarang setelah sejumlah warga mengaku dirugikan praktek tipu-tipu sang dukun yang mengaku bisa melipatgandakan uang hingga puluhan juta rupiah.
Saat digerebek dukun yang bernama Muhdori itu ternyata sudah lenyap alias melarikan diri. Dari dalam rumahnya, warga menemukan beragam alat praktek penggandaan uang yang selama ini dijadikan sarana penipuan. Diantara beberapa warga yang menjadi korban aksi penipuan dukun palsu asal Boyolali Jawa Tengah ini adalah Sunoto dan Ngadani. Dua pria kakak adik ini mengaku telah kehilangan hingga jutaan rupiah, gara-gara tergiur janji sang dukun yang mampu melipatgandakan 20 kali dari uang yang disetorkan para korban.
Korban sadar telah tertipu karena saat uang hasil pengadaan ditagih pelaku terus menghindar. Puncak kejengkelan warga terjadi setelah terungkap seorang ibu rumah tangga ditempat ini ternyata baru saja menjadi korban pencabulan dukun pengganda uang itu. Wanita berusia 23 tahun ini mengaku dibujuk tersangka untuk mengikuti ritual tertentu untuk memperlancar proses penggandaan uang yang berlangsung disebuah hotel.
Korban yang saat itu terhipnotis dicabuli oleh dukun palsu yang ternyata belakangan diketahui hanyalah seorang pemulung barang rongsokan.
Sejumlah anggota Polsekta Ngalian Semarang yang mengamankan lokasi juga menyita barang bukti alat penggandaan uang milik tersangka serta meminta keterangan sejumlah warga yang menjadi korban petualangan dukun palsu itu. (Agus Hermanto/Sup)