indosiar.com, Garut - (Jumat, 23.09.2011) Di Garut, Jawa Barat warga marah terhadap oknum polisi yang menjalankan usaha sambilan menjadi rentenir. Warga merusak rumah mewah pelaku karena kesal dengan sepak terjangnya yang sering mengancam saat menagih hutang para nasabah. Pengrusakan itu merupakan puncak kemarahan warga ketika mendengar adanya isu seorang nasabahnya tewas disantet pelaku.
Warga Desa Cigunung Agung Kadunghora, Garut kemarin beramai-ramai mendatangi Polsek Kadunghora. Kedatangan mereka merupakan aksi protes terhadap ulah seorang oknum anggota polisi bernama Deden yang punya usaha sambilan sebagai rentenir desa yang dikelola bersama istrinya.
Menurut warga, Deden yang berdinas di Polres Bandung sering mengancam warga bila telat membayar hutang. Bahkan seringkali Deden menaikan bunga pinjaman sesukanya, sehingga memberatkan warga yang terlanjur mengambil pinjaman dari sang rentenir. Kekesalan warga memuncak menyusul adanya isu seorang warga tewas disantet oknum polisi itu.
Warga mengeluarkan makian hingga memancing emosi polisi dan memicu perang mulut. Beruntung, keributan segera dilerai warga lainnya dan polisi yang berjaga dilokasi. Sebelumnya warga sempat merusak rumah mewah milik Deden di Jalan Raya Kadunghora, Garut, Kampung Cigunung Agung, Garut, hampir seluruh kaca rumah pecah akibat lemparan batu. Bahkan barang-barang berharga didalam rumah ikut dirusak. (Deni Muhammad Arif/Sup)