indosiar.com, Makassar - (Jumat, 20.01.2012) Seorang purnawirawan Kopassus di Makassar, terpaksa mengeluarkan tembakan tiga kali saat rumahnya di komplek BTN Tabaria, Makassar, disatroni rampok bersenjata. Ia mengaku terpaksa mengeluarkan tembakan, saat ditodong pistol oleh para perampok.
Usia renta, ternyata tak membuat nyali kolonel-purn TNI HA Rajab Rahman ciut, saat ditodong pistol oleh pelaku perampokan yang menyatroni rumahnya, di kompleks BTN Tabaria Makassar, Sulawesi Selatan. Rajab justru tak kalah gesit. Ia pun langsung ke kamar mengambil pistol, dan menembakkan ke udara sebanyak tiga kali, sebagai tembakan peringatan. Aksi itu dilakukan saat pelaku masuk ke dalam rumahnya.
Mantan anggota Kopassus & komandan Batalyon Linud 715 di Manado ini mengatakan, peristiwa berawal saat ia sedang tidur siang, tiba-tiba mendengar suara gaduh dari kamar lainnya.
Saat keluar kamar, ternyata ia langsung ditodongkan pistol dari jarak sekitar 3 meter oleh seorang pemuda berusia sekitar 25 tahun, yang tidak diketahui identitasnya. Mendapat todongan itu, tiba-tiba, Rahman langsung berbalik arah dan lari menuju kamarnya untuk mengambil pistol.
Rahman kemudian menembak di dalam kamar sekali sebagai shocktherapy. Saat pencurinya lari, ia pun mengejarnya hingga keluar rumah, lalu melakukan tembakan peringatan lagi ke udara hingga dua kali.
Suara tembakan itu membuat para tetangga kaget. Para tetangga kemudian datang menghampiri dan segera menghubungi pihak kepolisian. (Saharuddin/Sup)