indosiar.com, Jakarta - Perampokan disertai pembunuhan terjadi di Jalan Kalibata Raya, Jakarta Timur. Pemilik sebuah salon kecantikan tewas mengenaskan, sementara 2 karyawannya disekap disalah satu ruangan. Sejumlah barang elektronik dan uang tunai juga raib dibawa perampok, namun polisi menemukan sejumlah keganjilan dalam peristiwa ini.
Aksi perampokan disertai pembunuhan ini terjadi di Salon Joni Napit di Jalan Kalibata Raya No. 6, Jakarta Timur. Polisi yang datang ke lokasi kejadian terpaksa harus merusak daun jendela salon, karena pintu rolling door di salon tak dapat dibuka karena terkunci dari dalam.
Peristiwa ini diketahui setelah kedua kakak korban, hendak menjumpa adiknya Joni yang sedang sakit. Setelah beberapa menit berada diluar salon tak mendapatkan respon, bahkan 2 karyawan yang hendak masuk kerja pun tak bisa masuk. Mereka akhirnya melaporkan kecurigaannya kepada ketua lingkungan setempat.
Joni ditemukan sudah tewas didalam kamar mandi salonnya dengan sejumlah tusukan dibagian dada dan luka jeratan dibagian lehernya. Selain itu dibagian kepala korban juga terdapat luka bekas hantaman benda tumpul, terbungkus kantong plastik berwarna hitam.
Selain Joni, 2 karyawan salon yakni Ratno dan Ita ditemukan disekap dengan kondisi tangan dan kakinya terikat disalah satu ruangan didalam kamar. Sementara Arif salah satu karyawan yang tinggal di salon itu tidak diketahui keberadaannya. Sejumlah barang elektronik, telepon genggam dan uang tunai turut raib.
Polisi yang melakukan olah TKP menemukan sejumlah kejanggalan, antara lain ditemukannya sebuah palu dan kunci gembok di depan rolling door salon, sementara pintu terkunci dari dalam. Selain itu tak satu pun bekas tanda pengrusakan yang ditemukan di dalam salon.
Diduga kuat pelaku merupakan orang yang telah mengetahui situasi salon ini sebelumnya. Guna penyelidikan jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sejumlah barang bukti, diantaranya handuk dan sprei berlumuran darah yang ditemukan polisi dari lokasi kejadian disita sebagai barang bukti. Kasus ini kini dalam penyelidikan aparat Polsek Metro Kramat Jati, Jakarta Timur. (Dedi Irawan/Dv).