indosiar.com, Padang - (Senin, 09.01.2012) Di Padang, Sumatera Barat, dua orang pelajar penumpang kereta api terjatuh dari dalam kereta. Seorang tewas, sementara korban lainnya mengalami patah kaki. Peristiwa ini berawal saat kedua pelajar tersebut tengah bermain didalam kereta yang mengakibatkaan salah satu pelajar tersebut terdorong keluar. Pelajar berikutnya ikut terjatuh saat mencoba meraih tangan temannya.
Bercanda dalam kereta api yang berujung maut. Itulah yang dialami Deki Septriali 14 tahun, warga Kelurahan Pegambiran yang tewas karena terjatuh dari dalam kereta api yang mereka tumpangi, Minggu sore kemarin, di kawasan Tabing, Padang.
Sedangkan temannya yang bernama Tegar Maulana 13 tahun, mengalami patah kaki dan luka di kepala. Deki dan Tegar ketika itu menumpang kereta api Wisata Binuang dari Pariaman menuju Padang. Sesampai di kawasan Simpang Gia, Tabing, Padang, keduanya yang tengah bercengkarama, terlibat aksi saling dorong. Peristwa itu mengakibatkan, korban Deki jatuh lebih dulu dari dalam kereta. Tegar yang mencoba memegang tangan Deki, ikut terseret jatuh dari kereta api.
Malang bagi Deki, peristiwa tragis yang terjadi begitu cepat itu, membuat kepalanya masuk ke dalam kolong rel, hingga tewas seketika. Sedangkan Tegar terlempar sekitar satu meter dari kereta api yang hendak pulang ke stasiun kereta Api Sawahan, dari kota Pariaman tersebut.
Keluarga kedua korban terpukul mendengar kecelakaan yang menimpa pelajar sekolah menengah pertama tersebut. terlebih bagi Ali Umar, orang tua Deki, yang tidak mampu menahan kesedihan hatinya, tersandar lemas di ruang tunggu kamar jenazah Rumah Sakit Muhammad Jamil Padang. (Laode Juhardio Anse/Sup)