HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Siswa Keroyok Wartawan

Sekolah SMA 6 Jakarta Diliburkan 5 Hari




indosiar.com, Jakarta
- (Selasa, 20.09.2011). Perkembangan kasus pengeroyokan siswa SMA 6 Bulungan Jakarta terhadap wartawan. Menyusul kasus pengeroyokan wartawan yang berbuntut tawuran kemarin sekolah SMA 6 Bulungan Jakarta hari ini meliburkan seluruh siswanya. Pihak sekolah menghentikan kegiatan belajar sementara selama lima hari hingga 26 September mendatang.

Pasca bentorkan antara siswa dan wartawan yang terjadi kemarin, Sekolah SMA 6 Bulungan mulai hari ini tidak melakukan kegiatan belajar mengajar. Seluruh siswa kelas 7,8 dan 9 diliburkan. Sejumlah aparat kepolisian dan petugas Satpam nampak berjaga didepan pintu gerbang sekolah.

Sementara polisi masih melakukan penyidikan kasus ini. Hingga semalam empat orang wartawan yang menjadi korban pengeroyokan menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Selatan. Mereka adalah Banar dari Kompas. Panca dari Media Indonesia dan Doni juru kamera dari Transtv. Sedangkan fotografer harian Seputar Indonesia Yudhirtiro, yang sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Pertamina akibat luka di bagian kepalanya, menjalani pemeriksaan kemudian. Polisi juga menyelidiki akun pemilik Twitter atas nama Gilang Perdana yang diduga memicu aksi pengeroyokan.

Pengeroyokan siswa SMA 6 terhadap sejumlah wartawan ini terjadi saat mereka berada di depan halaman sekolah, tengah menunggu proses laporan polisi di Mapolres Jakarta Selatan. Salah seorang siswa yang membawa pisau berhasil direbut wartawan. Akibatnya mereka semakin brutal dan terus mengejar wartawan ke kedepan kantor Kejaksaan Agung dan Terminal Blok-M. Para siswa ini juga sempat merampas kamera seorang fotografer Seputar Indonesia, serta merusak mobil liputan milik sebuah stasiun televisi.

Peristiwa pengeroyokan ini merupakan buntut kasus perampasan kaset liputan oleh sejumlah siswa SMA 6 terhadap wartawan televisi Trans-7 Jumat malam lalu. Para wartawan ini selain membuat laporan polisi juga melakukan aksi protes ke pihak sekolah. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
21-Sep-2011 06:36:49 WIB by andi hambali
Kalau masih jadi pelajar begitu karakternya sk tawuran, menganiaya orang lain dls coba saja teliti siapa orang tua dari mereka mungkin diantaranya anak koruptor, anak seorang penipu aku percaya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya
20-Sep-2011 23:07:58 WIB by burhan saidi
mengapa anak2 pelajar pd brutal ya? tolong dong guru2. ortu dan mendiknas berperan lebih aktif memikirkan masalah ini. jangan dianggap enteng. Kasihan adik2 yg bener2 ingin belajar jadi terganggu. Pasti ada solusi selama semua yg berperan lebih jeli untuk menyelesaikan mslh ini.
20-Sep-2011 23:02:34 WIB by aji santoso
di jaman sekarang tak macam dulu,kalau di hajar guru tak berani nak ngadu sama orang tua,tapi anak sekarang sudah berani sama guru dan orang tua,itu baru sekolah nanti besar nan jadi preman,macam mana nak buat undang2 kalau rakyatnya tak patuh sama undang2.
20-Sep-2011 20:40:37 WIB by nurul_hasna_zulfaida
ooo

 

Nama:
Email:
Security Code: