HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
PATROLI

Sindikat Pengedar Obat Palsu Bermerek Ditangkap



Baca Juga:


Tags:

obat palsu

Berita HOT:

indosiar.com, Semarang - Seorang peracik sekaligus pengedar obat - obatan palsu yang telah cukup lama mengembangkan jaringan usahanya di Semarang ditangkap petugas Polsek Sidodadi Semarang. Dari tangan pengedar obat palsu ini polisi menyita ratusan strip obat palsu berbagai merek, sejumlah bahan obat serta alat sablon untuk membuat kemasan obat palsu.

Adanya kabar penjualan obat bermerek palsu yang beredar luas di tengah masyarakat rupanya bukan isapan jempol belaka. Buktinya di Semarang petugas Polsekta Sidodadi berhasil mengungkap jaringan peredaran obat - obatan ilegal itu.

Polisi menangkap Bedjo, warga Kanal Sari Barat, Semarang yang semula diduga hanya sebagai pengedar. Ratusan strip obat palsu berbagai merek berhasil disita. Namun setelah dikembangkan pria ini mengaku selain pengedar ternyata juga peracik obat - obatan palsu ini.

Saat rumahnya di geledah ditemukan cukup banyak obat palsu bermerek yang siap dipasarkan bahan - bahan racikan obat serta alat sablon yang digunakan untuk pengemas ulang obat - obatan palsu. Beberapa jenis obat palsu yang dibuat pria lulusan SD ini diantaranya obat flu, obat rematik serta obat gatal merek tertentu berupa kapsul dan pil.

Dari hasil penjualan obat palsu ini tersangka mengaku bisa meraup keuntungan hingga 5 juta rupiah per bulan. Diakuinya mengedarkan obat palsu racikannya ke sejumlah kios pengecer cukup mudah, karena harga ditawarkan ke pengecer relatif murah.

Baginya berurusan dengan polisi karena terlibat pengedaran obat palsu ternyata bukan kali ini saja. Beberapa tahun yang lalu ia pernah terjerat kasus yang sama di tempat lain dan sempat menjalani hukuman delapan bulan penjara. Untuk melengkapi pemeriksaan polisi mengirim sample obat palsu racikan tersangka ini untuk diteliti di Balai POM Semarang. (Agus Hermanto/Dv).

Bookmark and Share