indosiar.com, Sumatera Utara - Tujuh anggota komplotan perampok bersenjata api yang kerap meresahkan pengguna jalan lintas Sumatera di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara digulung polisi. Selain merampas harta benda, komplotan ini juga kerap beraksi dengan melukai korbannya. Terungkap pula senjata api yang digunakan ternyata berasal dari salah seorang tersangka yang merupakan oknum anggota TNI.
Tersangka sindikat perampokan bersenjata api diringkus petugas Kepolisian Polres Asahan, Sumatera Utara usai merampok penumpang bus di jalan lintas Sumatera. Para korban yang baru mengalami perampokan terutama perhiasan dan handphone pun melaporkan kejadian itu ke Polres Asahan.
Untung saja polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap para pelaku. Satu dari tujuh tersangka ternyata anggota TNI aktif. Para tersangka mengakui, dalam setiap aksinya mereka menggunakan senjata api milik anggota TNI yang masuk sindikat ini.
Dari catatan polisi, sindikat ini sudah puluhan kali beraksi. Sulitnya penangkapan karena para pelaku kerap menggunakan senjata api saat akan diringkus. Sementara seorang tersangka yang merupakan anggota TNI ternyata telah disersi dan langsung diserahkan ke Sub Denpom Kabupaten Asahan.
Dari ketujuh tersangka disita barang bukti antara lain berupa sebuah senjata api jenis FN, selongsongan peluru dan tiga butir peluru aktif serta pisau. (Edi Iriawan/Sup)