indosiar.com, Situbondo - Aksi kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. Seorang siswa kelas 4 SD di Situbondo, Jawa Timur terus muntah-muntah akibat dipukuli guru Matematika nya di sekolah. Korban mengaku dipukul dengan botol lem dibagian belakang kepala, hanya karena salah mengoreksi hasil ujian. Orangtua korban yang tidak terima langsung mendatangi sekolah untuk melabrak sang guru.
Imam tak kuasa menahan emosi saat mendatangi SD Negeri 1 Mimbaan, Situbondo, Jawa Timur untuk melabrak seorang guru Matematika yang diduga telah memukuli anaknya Jabal Tarik. Akibat pemukulan tersebut, korban yang kini masih duduk di bangku kelas 4 menderita trauma dan sering muntah-muntah.
Korban mengaku dipukul dengan botol lem di kepala bagian belakang, hanya gara-gara salah mengoreksi hasil ujian bersama. Aksi kekerasan tersebut tidak saja membuat korban kesakitan, namun merasa trauma dan minta pindah sekolah.
Pihak sekolah bertekad menyelesaikan kasus pemukulan siswa oleh guru di SD Negeri 1 Mimbaan ini secara kekeluargaan. Kasus ini kini ditangani dinas pendidikan setempat yang berjanji akan memberi sanksi tegas jika penganiayaan tersebut terbukti. (Tomy Iskandar/Sup)