PATROLI
Terlunta-lunta di Jalanan
Siswa SD Kabur dari Asrama, Karena Sering Dianiaya Teman
indosiar.com, Semarang - Merasa tak tahan karena kerap mendapat tindakan kekerasan dari teman-temannya, seorang siswa SD swasta di Ambarawa, Jawa Tengah nekad kabur dari asrama sekolah dan ditemukan terlantar di tepi jalan Raya Pantura, Kapyak, Semarang. Siswa asal Cirebon itu mengaku kabur dari asrama bersama seorang temannya naik truk pengangkut semen dengan tujuan Jakarta dengan harapan bisa pulang ke rumah orangtuanya.
Begitu ditemukan terlantar di tepi jalan raya Pantura Kapyak, Semarang Barat, Johanes bocah yang mengaku bersekolah di SD Pamudi Luhur, Ambarawa, Jawa Tengah itu segera dibawa ke pos polisi terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Sebelumnya Johanes ditemukan sedang menangis di tepi jalan oleh seorang penjual koran. Saat ditanya, bocah asal Cirebon, Jawa Barat itu mengaku hendak pulang ke rumah orangtuanya, namun tak tahu arah hingga akhirnya terlantar di jalan. Selain binggung, bocah 10 tahun tersebut juga kelaparan, ia belum makan sejak kabur dari asrama sekolah sehari sebelumnya.
Dari dalam tas bocah yang sulit berbicara ini terdapat pakaian ganti serta beberapa buku tulis yang tercantum identitas serta tempat bocah itu bersekolah.
Setelah dibujuk oleh polisi, Johanes dengan lugu berkisah dirinya kabur dari asrama SD Pamudi Luhur yang dihuninya sejak Desember tahun lalu. Karena tidak tahan kerap diejek dan dipukuli teman-teman sekolahnya ia nekad kabur dari asrama bersama seorang rekannya Senin malam lalu.
Yang mengejutkan setelah mereka berhasil kabur dengan menaiki pagar bangunan asrama, Johanes dan temannya nekad menumpang truk pengangkut semen tujuan Jakarta. Saat bermalam di Semarang, Johanes turun di jalan, namun temannya yang bernama Budi ikut terbawa truk hingga tak diketahui dimana keberadaannya kini
Hingga kemarin bocah asal Cirebon yang terlantar tersebut diamankan petugas Satlantas Polresta Semarang Barat menunggu keluarga ataupun pihak sekolah yang menjemputnya.
(Agus Hermanto/Sup)