indosiar.com, Pamulang - Hingga Minggu (14/09) malam, suasana dikawasan Pamulang masih tegang, sempat beredar isu akan terjadinya tawuran susulan antara warga Bambu Apus dengan warga Asrama Brimob. Ketengangan ini memuncak setelah sebelumnya dikawasan ini terjadi tawuran warga yang memakan korban, 6 remaja tewas tenggelam. Sedikitnya 3 Satuan Setingkat Kompi aparat kepolisian semalam masih disiagakan di tempat terjadinya tawuran.
Buntut dari tewasnya 6 orang remaja warga Asrama Brimob, Pamulang, Tangerang Banten suasana kota Pamulang semalam tampak masih terlihat tegang. Di kawasan Asrama Brimob ratusan warga telah berkumpul dan berencana melancarkan aksi balasan terhadap warga Kampung Saidin yang dinilai mereka sebagai penyebab tewasnya ke 6 warga mereka.
Beruntung ketua lingkungan setempat bersama tokoh pemuda langsung sigap dan segera memberikan pengarahan kepada warganya untuk tidak melakukan aksi balasan.
Sementara di Mapolsek Metro Pamulang ratusan anggota Ormas Barisan Muda Betawi (BMB) kembali berkumpul untuk mendesak pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap warga Asrama Brimob yang telah melakukan aksi pemukulan 5 anggota BMB.
Massa mengancam jika malam ini masalah ini tidak segera diselesaikan mereka akan melakukan tindakan hukum sendiri terhadap pelaku aksi kekerasan tersebut. Setelah perwakilan kedua belah pihak duduk bersama dengan difasilitasi aparat kepolisian akhirnya tercapailah kata sepakat.
Pihak Asrama Brimob bersedia mengganti kerugian dan biaya pengobatan terhadap 5 orang anggota BMB yang menjadi korban salah sasaran. Meski sudah mencapai kata sepakat, pihak kepolisian tetap bersiaga.
Hingga tadi malam tidak kurang 3 SSK pasukan diturunkan di tiga lokasi yakni di Kampung Saidin, Asrama Brimob serta di Mapolsek Pamulang sendiri. Hingga pukul 02.00 WIB Senin (15/09) suasana tegang di wilayah ini berangsur mereda dan sudah cukup terkendali. (Dedi Irawan/Sup)