indosiar.com, Ngawi - Tower atau menara tampaknya kini jadi pilihan bagi mereka yang ingin berniat bunuh diri. Tapi kalau sebelumnya pelakunya perempuan, kali ini di Ngawi, Jawa Timur pelakunya adalah seorang ayah satu anak. Ia mencoba bunuh diri dengan nekad naik keatas tower setinggi 50 meter. Tindakannya itu didorong rasa putus asa karena tak punya pekerjaan untuk membiayai keluarganya.
Massa yang berkumpul dibawah menara sebuah perusahaan selular yang terletak di Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini menyaksikan dengan was-was ulah seorang pria bernama Tumidi yang ada diatas tower setinggi 50 meter. Pihak keluarga yang datang ke lokasi bahkan tampak tidak kuasa menahan emosi. Istri Tumidi bahkan pingsan, tak tahan membayangkan bila sang suami jadi melaksanakan niatnya.
Tumidi nekad ingin bunuh diri karena putus asa tidak punya pekerjaan tetap untuk menafkahi istri dan seorang anaknya yang masih balita. Sebelum meninggalkan rumah pria 30 tahun ini sempat menulis secarik pesan di rumah yang berisi jika mati ia minta jasadnya tidak dititipkan di kantor polisi.
Menurut Sunarto, penjaga tower semula ia mengira pelaku adalah seorang pekerja yang akan memperbaiki salah satu instrumen menara. Kecurigaannya baru timbul setelah melihat pelaku memanjat tower hanya bertelanjang dada.
Untunglah setelah dibujuk seluruh keluarga termasuk anaknya, Tumidi membatalkan rencana nekadnya. Tumidi akhirnya turun sendiri. Aparat kepolisian dari Polsek Paron kemudian membawa ayah satu anak ini ke Mapolsek untuk beristirahat beberapa jam sambil dimintai keterangan dan langsung memulangkannya beberapa jam kemudian. (Bambang Cuk Winarno/Sup)