HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
PATROLI
Tawuran Dua Desa

Tiga Orang Luka Kena Panah dan Tembakan



indosiar.com, Cirebon - Tawuran antar desa kembali pecah di Cirebon, Jawa Barat Kamis (08/01/09) pagi. Sedikitnya 3 warga terluka akibat terkena panah beracun dan tembakan senapan angin. Salah seorang korban dilarikan ke rumah sakit dengan panah masih tertancap di perutnya. Polisi yang menyisir kedua desa menemukan sejumlah anak panah dan batu bekas tawuran berserakan di jalan.

Tawuran yang pecah pada Rabu tengah malam ini melibatkan pemuda desa Keraton, Kecamatan Kapetakan dan Sirnabaya, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon. Sedikitnya tiga warga terluka akibat terkena panah dan senapan angin. Bahkan salah satu korban bernama Wasida dilarikan ke Rumah Sakit Gunung Jati dalam keadaan perut masih tertancap panah. Kondisi korban kritis karena diduga telah terkena racun yang ada di mata anak panah.

Sementara dua korban lainnya yang juga warga Keraton terkena panah di kepala dan terserempet peluru senapan angin. Para korban mengaku terkena panah dan peluru nyasar karena berada cukup jauh dari arena tawuran. Diduga korban luka lebih banyak. Namun karena enggan berurusan dengan polisi, mereka tak memeriksakan diri ke rumah sakit.

Dua jam setelah tawuran reda, petugas gabungan Polres Cirebon, Polsek Gunung Jati dan Kapetakan langsung menggelar sweeping. Sweeping dilakukan serentak di dua desa yang bertikai, namun para pelaku tawuran diduga telah mencium kedatangan polisi dan langsung melarikan diri. Polisi hanya mendapati sejumlah panah dari paku bertebaran di jalan bekas lokasi tawuran. Batu-batu juga terlihat sengaja dikumpulkan di sudut-sudut jalan.

Pertikaian kedua desa ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lebaran lalu akibat perkelahian antar pemuda, namun karena tak ada penyelesaian, dendam lama kembali terulang dan tawuran terus terjadi secara sporadis. (Masyuri Wahid/Sup)

 

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: