indosiar.com, Bogor - Melintasi perlintasan kereta api liar yang tidak berpalang pintu tentu sangat membahayakan, terlebih jika lengah nyawa pun bisa melayang seperti dialami satu keluarga yang tertabrak kereta api listrik jurusan Jakarta - Bogor di Cilebut, Kota Bogor. Korban yang terdiri dari bapak, ibu dan anaknya tewas dengan kepala hancur dan tulang badan remuk.
Tiga korban tewas tertabrak KRL ekonomi dari arah Jakarta menuju Bogor merupakan satu keluarga yang hendak pergi ke Depok dengan menggunakan motor dan berusaha melewati perlintasan kereta api liar di Jembatan Dua, Cilebut, Kota Bogor.
Tiga korban tewas dengan kondisi mengenaskan, kepala hancur dan bagian tubuh remuk. Ketiganya adalah warga Sukmajaya, Depok yaitu Warmuti (50), Dian (27) dan anakya Farid (6).
Menurut saksi mata, korban yang menumpangi sepeda motor berusaha menyeberang rel kereta yang tidak ada penghalangnya, tanpa menyadari ada kereta yang tengah melintas dari arah Jakarta. Ketiga korban langsung tertabrak KRL dan sepeda motornya terseret kereta sejauh 150 meter.
Peristiwa tertabraknya warga oleh kereta api ini bukan yang pertama kalinya terjadi disekitar daerah Jembatan Dua, akibat tidak adanya palang pintu perlintasan yang menghubungkan kedua pemukiman penduduk ini. Guna kepentingan penyelidikan, ketiga jasad korban dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk diotopsi, sementara kendaraan korban yang hancur diamankan di Mapolresta Bogor. (Iwan Kurniawan/Sup)