indosiar.com, Nganjuk - Seorang anak tega membunuh ayahnya sendiri hanya karena sang ayah menolak mencucikan bajunya. Polisi kesulitan dalam melakukan pemeriksaan karena tersangka pura - pura gila. Kesunyian di rumah kakek Nilar di Dusun Sanan, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pecah Minggu (2/3/08) kemarin.
Nilar ditemukan Semi, istrinya tergeletak di dapur dalam kondisi tak bernyawa, kepalanya remuk berlumuran darah. Yang tak terduga pelaku pembunuhan kakek yang berusia 72 tahun ini adalah Basuki( 49 tahun) anaknya sendiri. Tak ada saksi yang mengetahui secara persis kronologis pembunuhan sebab saat kejadian berlangsung di rumah hanya ada Basuki dan ayahnya.
Tersangka Basuki, mengaku pertengkaran dengan Nilar dipicu saat dirinya memaksa korban mencucikan bajunya. Korban yang merasa terhina sangat marah dan menurut Basuki korban sempat memukul dirinya, akhirnya Basuki membalas memukul dengan kayu sepanjang 1,5 meter yang biasa digunakan untuk membajak sawah.
Tersangka mengaku memukul kepala dan muka ayahnya dua kali hingga tewas. Setelah membunuh ayahnya Basuki hanya berdiam di kamar menyesali perbuatannya. Ia pasrah saat polisi menggelandangnya ke Polsek Ngetos, namun polisi kesulitan memeriksa Basuki karena tersangka pura - pura gila.
Polisi masih belum mengetahui motif pembunuhan terhadap Nilar. Saat diperiksa tersangka Basuki selalu memberi jawaban yang tak masuk akal. Polisi akan memeriksa tersangka ke ahli jiwa untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka.
Djafar, menambahkan jika tersangka terbukti gila bisa dilepaskan dari jeratan hukum dan menjalani rehabilitasi di rumah sakit jiwa, namun polisi tak mau percaya begitu saja. Sebab sikap berpura - pura gila sering ditunjukan oleh pelaku kriminal supaya bisa bebas dari hukum. (Tim Liputan/Dv).