indosiar.com, Garut - Maraknya kasus penculikan belakangan ini tampaknya membuat warga meningkatkan kewaspadaan. Namun sayangnya seringkali hal itu berujung pada aksi main hakim sendiri. Seperti yang terjadi di Garut, Jawa Barat. Seorang perempuan pada Kamis (15/07/10) malam jadi bulan-bulanan warga, karena dicurigai akan menculik anak-anak yang ada di wilayah tersebut. Kemarahan massa kian tersulut karena wanita tersebut tidak bisa menunjukkan kartu identitas dan enggan menyebutkan namanya, hingga diancam warga akan dibakar hidup-hidup. Polisi yang datang ke lokasi sempat kewalahan menahan emosi massa.
Tanpa ampun, wanita ini terus jadi sasaran kemarahan warga di kampung Patrol, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat.
Meski sudah didesak warga, wanita ini tetap enggan menyebutkan namanya, sehingga membuat warga tambah marah dan tak henti-hentinya menghajar wanita ini hingga mukanya babak belur berlumuran darah.
Aksi massa ini diawali dari kecurigaan warga setempat, yang melihat wanita itu mondar-mandir di luar masjid di kampung Patrol tersebut, seperti sedang menunggu keluar anak-anak yang lagi mengaji. Namun saat ditanya warga tentang nama dan keperluannya, ia malah berusaha kabur. Membuat warga semakin yakin, wanita itu berniat menculik anak-anak.
Warga tidak menemukan kartu identitas pada wanita yang mengaku dari Tangerang, Banten tersebut. Dari saku celananya ditemukan kosmetik serta celana dalam anak perempuan terbungkus plastik yang dicurigai warga sebagai alat untuk membius.
Emosi warga makin memuncak hingga mengancam akan membakar wanita ini hidup-hidup, karena selalu berbelit-belit saat ditanya. Bahkan saat polisi datang mengamankan wanita itu, warga yang masih emosi mengejarnya hingga membuat kewalahan petugas. Beruntung situasi segera teratasi. Aparat kepolisian langsung mengamankan wanita tersebut ke Mapolres Garut. (Deni Muhamad Arif/Sup)