Resensi

Jika kita dulu hanya bisa mendengar atau menyaksikan segala informasi yang ada di dunia ini, baik berita hingga hiburan melalui radio atau televisi tradisional yang disiarkan dengan transmisi gelombang elektromagnetik, internet telah membuat revolusi informasi dengan munculnya radio internet ...
Perkembangan blog sebagai salah satu aplikasi web yang menjadi wadah bagi pengguna internet untuk menuangkan segala macam topik seperti catatan harian, keluhan, curahan hati, opini, komentar, cerita, hingga artikel ilmiah dalam bentuk tulisan yang di-posting di halaman web internet di dunia ini semakin pesat. Berdasarkan ragam topik itu, tidak heran jika blog yang berjamuran di internet pun diklasifikasikan seperti blog politik, agama, sastra, pribadi, kesehatan hingga blog tips. Pesatnya perkembangan blog di internet didukung oleh makin banyaknya layanan blog gratis yang tersedia diantaranya oleh Google, Wordpress, Blogfam hingga layanan blog lokal Indonesia seperti Blog Gaul (Blog Indosiar.com) yang disediakan oleh situs Indosiar.com milik stasiun televisi Indosiar.
Jika kita amati tayangan reality show di layar kaca Indonesia akhir-akhir ini khususnya reality show berjenis ajang pencarian bakat, akan ditemukan sebuah fenomena menarik. Bagaimana tidak karena tayangan ajang pencarian bakat ternyata memiliki durasi panjang, rata-rata 4 jam, bahkan pernah mencapai 6 jam. Tidak hanya itu, tayangan tersebut bukanlah merupakan acara taping (rekaman), tapi live (langsung) dari studio. Seperti halnya program "Super Seleb Show" yang kini sedang tayang maupun "Supermama Seleb Show" yang baru saja usai di stasiun televisi Indosiar. Walau durasi tayangnya sangat panjang dan bersifat live dari studio, program reality show Super Seleb Show dan Supermama Seleb Show yang merupakan pengembangan dari show sebelumnya yang juga sangat populer "Mama Mia", ternyata mampu meraih segmen pemirsa sangat banyak di Indonesia, jika bukan nomor satu seperti telah diindikasikan pada peringkat AGB Nielsen.
Pada zaman modern, internet telah menjadi bagian dari kehidupan manusia dimanapun tempatnya maupun siapapun penggunanya serta apapun tujuan penggunaannya. Bagi dunia bisnis, internet kini mau tidak mau harus diperlukan sebagai bagian dari strategi pemasaran apabila menginginkan bisnisnya mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Seperti yang telah diketahui bahwa salah satu prinsip pokok pemasaran adalah bagaimana mengkomunikasikan produk yang ditawarkan kepada konsumen atau publik sehingga bisa meningkatkan kesadaran akan suatu produk yang ditawarkan.

Dalam hal ini, prinsip tersebut adalah prinsip promosi. Dengan makin tingginya kesadaran konsumen atau publik berkat promosi yang efektif, maka makin tinggi pula tingkat penjualan produk. Menurut konsultan pemasaran internet terkemuka Indonesia, Nukman Luthfie, yang juga pendiri perusahaan konsultan IT Virtual Consulting dalam blog-nya yang dimuat pada (18/02) yang lalu, jika beberapa tahun lalu, dunia bisnis bisa mengkomunikasikan produknya secara massal melalui media tradisional seperti televesi, cetak dan radio, namun kini konsumen sudah memiliki perilaku baru dalam hal konsumsi media.

Pada zaman monopoli sebuah stasiun televisi di Indonesia, program berita yang disajikan pada umumnya membosankan karena hanya sekadar menyajikan acara-acara seremonial para pejabat pemerintah atau peresmian proyek belaka. Kalaupun ada berita yang menyentuh peristiwa-peristiwa aktual dan menarik, pun jarang ditayangkan, bahkan harus disensor dahulu agar tidak mengganggu kepentingan penguasa saat itu.

Barulah setelah monopoli tersebut dicabut pada akhir 1980-an, sederet stasiun televisi pun bertumbuhan di bumi Indonesia, maka program-program berita pun bertransformasi menjadi program-program yang berlomba-lomba menyajikan berita aktual tentang keseharian di masyarakat, termasuk pula berita politik yang semula tabu ditayangkan dan berita infotainment. Apalagi begitu era reformasi bergulir, berita-berita pun makin menggila ragamnya dan rasanya tidak ada lagi apa yang tabu untuk ditayangkan.

Berurusan dengan polisi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia biasanya terkait dengan masalah hukum seperti pelanggaran dan penegakan hukum.

Masalahnya penegakan hukum oleh kepolisian Indonesia tidak jarang kurang memenuhi harapan masyarakat.
Ingatkah Anda dengan pameo cukup populer tentang polisi, yaitu "berhadapan dengan polisi, hilang ayam menjadi hilang kambing."

Tidak heran jika ada sebagian masyarakat menjadi enggan berurusan dengan polisi karena khawatir masalahnya bisa berlarut-larut tanpa ada penyelesaiannya.
Akibatnya tidak dapat dihindari bahwa persepsi masyarakat terhadap kepolisian kita pun cenderung negatif. Banyak aspek yang melatarbelakangi persepsi negatif tersebut antara lain profesionalitas kepolisian masih kurang dan rasio polisi dibandingkan dengan masyarakat di Indonesia masih jauh dari harapan, yaitu 1:1200.

Pertandingan olahraga akan selalu menarik disaksikan, apapun cabang olahraga yang dipertandingkan, entah itu sepakbola, bulutangkis, tenis hingga cabang-cabang atletik. Sejarah pertandingan olahraga itu hampir sama tua dengan sejarah manusia sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari Anda mungkin sering melihat bagaimana para penggemar olahraga berbondong-bondong ke arena pertandingan untuk menyaksikan atlet kesayangan mereka bertanding.

Jika dulu para penonton harus datang secara fisik ke arena pertandingan olahraga, kini berkat kemajuan teknologi para penonton cukup menyaksikannya di rumah. Apalagi jika bukan melalui televisi. Rasanya hampir tidak ada satupun stasiun televisi di dunia ini tidak menayangkan even-even olahraga, begitupula di Indonesia.

Beraneka ragam pertandingan olahraga yang dipertunjukkan di layar kaca Indonesia, namun yang sangat populer tentu saja adalah sepakbola, bulutangkis dan tinju. .......

Satu atau dua dekade lalu jika ditanya, kebanyakan orang di Indonesia akan malu atau menolak disebut sebagai penggemar film-film India yang populer dengan nama film Bollywood.

Saat itu masih kuat persepsi kalangan masyarakat Indonesia terhadap film Bollywood bahwa film-film tersebut "kampungan" dan cuma cocok untuk kalangan bawah.

Bioskop-bioskop yang memutar film India di Indonesia pun hanya bisa dihitung jari.Bagi sebagian masyarakat Indonesia, film-film India itu tidak menarik dan membosankan karena terlalu banyak nyanyian dan tarian dalam filmnya dan juga durasinya sangat panjang sehingga 3-5 jam.

Padahal sebenarnya kalau mendengar cerita generasi tua yang hidup pada dekade 1950-an hingga awal 1970-an, film-film India saat itu cukup populer.

Saat itu bintang-bintang film India, tepatnya Bollywood seperti Amitabh Bachchan, Sri Devi dan Raj Kapoor pun menjadi pujaan masyarakat di Indonesia. Puncaknya popularitas film India di Indonesia terjadi pada dekade 1960-an, ketika pemerintah Orde Lama menutup pintu bagi film Barat dan membuka pintu lebar pada film India. .........

Penggemar yang disebut fan dalam bahasa Inggris itu dalam pengertiannya dapat dikatakan adalah orang yang menyukai atau punya apresiasi tinggi pada suatu obyek yang bisa berupa benda atau seseorang.

Misalnya penggemar makanan bakso atau es krim maupun penggemar seorang tokoh atau selebriti seperti Mahatma Gandhi dan aktor Brad Pitt.

Nah, kalau jika banyak penggemar yang memiliki minat sama itu terhimpun dalam sebuah kumpulan, maka kumpulan tersebut bisa disebut sebagai sebuah komunitas penggemar. Mengapa mereka harus membentuk sebuah komunitas?

Banyak teori yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut, namun yang jelas hakikinya terpulang pada naluri manusia sendiri sebagai makhluk sosial untuk berkumpul dan membentuk komunitas.

Sehubungan dengan naluri manusia tersebut, menurut Anthony Cohen dalam buku "The Symbolic Construction of Community" (1985) bahwa sebuah komunitas adalah terdiri dari para anggotanya yang memiliki sebuah kesamaan pada suatu hal serta kesamaan tersebut yang membedakan mereka dengan para anggota dari komunitas lainnya.

Jadi kesamaan itulah yang mengikat para anggota tersebut dalam sebuah komunitas.

Belum lama kita menghadapi masalah yang cukup menghebohkan lantaran budaya tradisional negeri kita tercinta ini dianggap telah dicuri oleh salah satu negeri tetangga.

Semisal batik, angklung hingga lagu-lagu rakyat. Pencurian budaya tradisional itu menimbulkan amarah rakyat Indonesia yang tidak rela budaya mereka diakui sebagai milik negara lain.

Namun permasalahan itu juga membuat kita tersentak bahwa selama ini ternyata kita telah mengabaikan budaya tradisional sendiri sehingga kecolongan oleh bangsa lain yang lebih pandai memanfaatkannya untuk kepentingan mereka.

Apakah kita memang patut dipersalahkan karena ternyata gagal memelindungi budaya bangsa sendiri? Sebenarnya tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Sebab kehidupan manusia sendiri tidak pernah statis dan pada seiring waktu akan selalu mengalami perubahan sosial termasuk pula budaya yang menurut Selo Soemardjan dan Soleiman Soemardi dari FISIP-UI adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sehingga mau tidak mau kita akan mengalami perubahan dari budaya lama menjadi budaya baru yang mungkin sebagian atau seluruhnya berbeda dari sebelumnya.


 1 2 > 

© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :