4-Feb-2008 09:54:24 WIB
RESENSI
Refleksi Komunitas Penggemar Artis di Indonesia
[ Tayang: 1-Jan-1970 07:00 WIB ]



 
 
Oleh : Fachri Siradz

Penggemar yang disebut fan dalam bahasa Inggris itu dalam pengertiannya dapat dikatakan adalah orang yang menyukai atau punya apresiasi tinggi pada suatu obyek yang bisa berupa benda atau seseorang. Misalnya penggemar makanan bakso atau es krim maupun penggemar seorang tokoh atau selebriti seperti Mahatma Gandhi dan aktor Brad Pitt.

Nah, kalau jika banyak penggemar yang memiliki minat sama itu terhimpun dalam sebuah kumpulan, maka kumpulan tersebut bisa disebut sebagai sebuah komunitas penggemar. Mengapa mereka harus membentuk sebuah komunitas? Banyak teori yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut, namun yang jelas hakikinya terpulang pada naluri manusia sendiri sebagai makhluk sosial untuk berkumpul dan membentuk komunitas.

Sehubungan dengan naluri manusia tersebut, menurut Anthony Cohen dalam buku "The Symbolic Construction of Community" (1985) bahwa sebuah komunitas adalah terdiri dari para anggotanya yang memiliki sebuah kesamaan pada suatu hal serta kesamaan tersebut yang membedakan mereka dengan para anggota dari komunitas lainnya. Jadi kesamaan itulah yang mengikat para anggota tersebut dalam sebuah komunitas.

Maka tidak perlu diherankan jika para penggemar juga berkeinginan untuk membentuk sebuah komunitas. Dalam komunitas itulah, para penggemar bisa bertukar segala informasi yang berkaitan dengan kegemaran mereka, berinteraksi dan bersosialisasi dalam pertemuan-pertemuan, bahkan bisa menjadi tempat ajang bisnis seperti bisnis merchandise yang spesifik pada kegemaran mereka tersebut dan sebagainya.

Banyak macam bentuk komunitas penggemar tersebut, ada yang berbentuk sebuah organisasi formal lengkap dengan struktur mapan seperti adanya jajaran pengurus dan para anggotanya bersama aturan mainnya. Namun juga ada komunitas penggemar yang bersifat non formal, tidak memerlukan ada batasan-batasan tertentu, hanya mensyaratkan adanya kesamaan minat terhadap apa/siapa.

Tentu saja komunitas penggemar yang paling mudah terlihat di masyarakat adalah komunitas penggemar dunia showbiz baik obyeknya seperti film atau musik atau lebih memfokuskan pada artis sebagai pelaku dunia showbiz. Indonesia pun bukan merupakan kekecualian karena kita bisa melihat begitu banyak komunitas penggemar dunia showbiz yang tumbuh menjamur di sini. Seperti halnya komunitas penggemar grup musik Slank yang dikenal dengan nama Slankers.

Para Slanker yang begitu fanatik tidak peduli tua muda dari segala penjuru Jakarta maupun Indonesia tidak segan-segan datang ke Gang Potlot, markas grup Slank sejak tahun 1991 hingga kini. Malah sebagian mereka itu berinisiatif mengorganisasikan diri dalam sebuah komunitas berbentuk 'fans club' yang bernama Slankers Club. Kabarnya jumlah anggota organisasi tersebut mencapai 50 ribu orang. Namun menurut Bimbim, vokalis Slank, karena tidak semua mau terikat dalam organisasi formal, maka jumlah sesungguhnya Slanker jauh lebih banyak.

Sehubungan dengan penggalangan komunitas penggemar artis yang lebih terorganisasi di Indonesia, posisi para artis musik lokal selain Slank, seperti PADI, Peterpan, Gigi, Iwan Fals, Sherina dan sebagainya lebih baik dibandingkan artis layar lebar dan pesinetron. Para artis layar lebar dan layar kaca Indonesia sebenarnya punya jumlah penggemar tidak kalah dibandingkan dengan penggemar artis musik, namun para penggemar tersebut biasanya belum terorganisasi seperti halnya penggemar artis musik.

Para penggemar artis layar kaca dan lebar biasanya lebih spontan dan tergantung pada situasi tertentu seperti pada saat jumpa pers, pada saat promo film atau sinetron atau dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dan amal misalnya. Walaupun para artis layar kaca maupun layar lebar Indonesia belum seberuntung artis musik Indonesia, setidak-tidaknya masih ada upaya membentuk komunitas penggemar melalui dunia maya alias internet. Seperti halnya artis Agnes Monica dengan situs penggemarnya Agnezone.com atau Dian Sastro dengan situs penggemarnya DianSastro.or.id.

Internet ternyata memang memudahkan para penggemar membentuk komunitas dunia maya karena bisa memupus waktu dan jarak dalam berkomunikasi, bahkan merupakan sebuah wadah yang efektif dalam menjalin kebersamaan oleh para anggota dari berbagai kalangan dan profesi serta dari segala pelosok Indonesia, bahkan dunia. Kemudahan-kemudahan dan potensi begitu besar yang ditawarkan internet itulah membuat beraneka ragam komunitas dunia maya menjamur bak cendawan di musim hujan.

Selain faktor kemudahan dan potensi dunia maya itu, kemunculan komunitas penggemar artis di dunia maya juga bisa terdorongnya oleh euforia tayangan televisi di Indonesia. Popularitasnya reality show televisi Akademi Fantasi Indosiar pada awal dan pertengahan 2000-an itu mendorong munculnya para penggemar yang masing-masing mendukung salah anggota AFI yang berlomba meraih gelar juara AFI. Mereka yang mendukung salah satu anggota AFI itu tidak jarang membentuk komunitas baik karena inisiatif mereka sendiri atau dibentuk oleh keluarga anggota AFI.

Di dunia maya, komunitas-komunitas penggemar AFI juga menjamur pada saat itu. Namun berlalunya euforia AFI di layar kaca Indosiar, maka satu persatu komunitas-komunitas dunia maya tersebut pun menghilang. Memang ada kekecualian seperti halnya Tia AFI, juara AFI 2 yang masih memiliki komunitas dunia maya yaitu Tianist yang beralamat di www.tianist.com.

Di sisi lain, drama Asia yang dipopulerkan Indosiar itu ternyata memiliki efek juga pada pembentukan komunitas-komunitas penggemar drama Asia termasuk para artisnya. Anda masih ingat dengan tayangan "Meteor Garden" yang dibintangi para personel band F4 yaitu Jerry Yan, Vic Chou, Ken Zhu dan Vanness Wu. Popularitas F4 itu memang dahsyat di berbagai negara termasuk Indonesia berkat popularitas tayangan drama Asia asal Taiwan itu.

Nah, Jerry Yan yang memerankan Dao Ming She dalam "Meteor Garden" itu ternyata sangat populer di Indonesia sehingga tidak heran jika kemudian terbentuk komunitas Jerry Yan Fans Indonesia (JYFI). Walau band F4 sekarang vakum, namun Jerry Yan yang sekarang sibuk bersolo karier masih populer di Indonesia. Buktinya kedatangan Jerry untuk konser di Jakarta beberapa waktu lalu masih disambut meriah. 

Salah satu bintang drama Asia terpanas, tentu saja tidak bisa tidak lain adalah Rain. Popularitas artis drama Korea itu meledak di Indonesia berkat tayangan "Full House" di layar Indosiar pada tahun 2004. Saking populernya Rain, serial tersebut berulangkali ditayangkan di layar kaca Indosiar, bahkan sekali lagi kembali ditayangkan setiap Senin sejak 21 Januari 2008 ini. Popularitas Rain yang bernama asli Jung Ji Hoon itu mendorong pembentukan banyak komunitas penggemar, tidak terkecuali di Indonesia seperti halnya komunitas RainIndonesia.

Kehebohan-kehebohan yang ditunjukkan para anggota komunitas penggemar drama Asia memang dahsyat. Selain Rain dan Jerry Yan, banyak sederet artis drama Asia yang kedatangannya selalu disambut heboh oleh mereka. Kwon Sang Woo yang populer di Indonesia melalui serial drama Asia di Indosiar antara lain "Stairway to Heaven" dan "Sad Love Song" mendapat kejutan manis dari para pengemarnya. Komunitas penggemar Kwon Sang Woo itu sampai rela menyewa kamar di hotel dimana artis tersebut tinggal hanya untuk mempersiapkan pesta ulang tahun Kwon Sang Woo.

Tidak hanya itu, para penggemar drama Asia itu pula rela berbasah-basah menembus banjir dan menunggu dari siang sampai malam di Bandara Soekarno-Hatta sampai pesawat artis-artis drama Asia "They Kiss Again" mendarat pada akhir pekan lalu. Para artis "They Kiss Again" yang terdiri dari Joe Zheng, Ariel Lin, Danson Tang itu memang sengaja didatangkan Indosiar untuk mempromosikan drama tersebut yang rencananya ditayangkan di Indosiar awal Februari ini dan juga untuk menemui para komunitas penggemar drama Asia.

Kehebohan-kehebohan mereka tidak sebatas ketika menyambut para artis drama Asia kesayangan mereka, namun juga antara sesama penggemar drama Asia tersebut. Seperti yang telah disinggung di atas bahwa komunitas adalah wadah untuk berkumpul dan berinteraksi, maka komunitas penggemar drama Asia juga sering berkumpul untuk bertemu muka, bahkan komunitas penggemar drama Asia di dunia maya.

Para penggemar drama Asia di forum internet Lautan Indonesia milik Indosiar walau sering berinteraksi di dunia maya, tetap saja ingin bertemu muka untuk lebih mengenal satu sama lain dan juga untuk menghangatkan hubungan mereka tersebut. Oleh karena itu, mereka menyelenggarakan pertemuan temu muka sesama anggota yang diistilahkan dengan 'kopdar' (kopi darat) beberapa waktu lalu di Dunia Fantasi. Yang menarik karena salah satu anggota komunitas tersebut baru kembali dari Cina, begitu mendarat di bandara langsung menuju ke tempat terselengara kopdar itu.

Jadi dapat dikatakan bawa tayangan-tayangan yang populer dan begitu intens di layar kaca Indonesia seperti halnya drama Asia maupun tayangan reality show seperti AFI, Mama Mia dan sebagainya selalu akan mendorong terbentuknya komunitas penggemar karena kesamaan minat terhadap tayangan tersebut maupun bintangnya, tidak hanya di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya.

****
Nama:
Email:

More RESENSI:
[ more Resensi ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :