Seperti yang telah diketahui bahwa salah satu prinsip pokok pemasaran adalah bagaimana mengkomunikasikan produk yang ditawarkan kepada konsumen atau publik sehingga bisa meningkatkan kesadaran akan suatu produk yang ditawarkan. Dalam hal ini, prinsip tersebut adalah prinsip promosi. Dengan makin tingginya kesadaran konsumen atau publik berkat promosi yang efektif, maka makin tinggi pula tingkat penjualan produk.
Menurut konsultan pemasaran internet terkemuka Indonesia, Nukman Luthfie, yang juga pendiri perusahaan konsultan IT Virtual Consulting dalam blog-nya yang dimuat pada (18/02) yang lalu, jika beberapa tahun lalu, dunia bisnis bisa mengkomunikasikan produknya secara massal melalui media tradisional seperti televesi, cetak dan radio, namun kini konsumen sudah memiliki perilaku baru dalam hal konsumsi media. Internet kini sudah menjadi bagian hidup konsumen, kecuali menonton televisi, membaca koran atau majalah, serta mendengarkan radio.
Oleh karena itu, pemasaran internet (internet marketing) telah menjadi salah satu komponen penting bagi dunia bisnis jika tidak mau tertinggal dalam meraup profit di tengah-tengah kompetisi bisnis global. Nah, jika stasiun televisi ingin tetap bertahan sebagai entiti bisnis dan hendak menjangkau lebih banyak pemirsa maka internet mau tidak mau mutlak dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pemasaran televisi tersebut.
Di sini tidak bicara tentang situs yang hanya sekadar menyajikan profil stasiun televisi atau outlet informasi program tayangan, melainkan bicara tentang sebuah alat (tool) pemasaran yang bisa menarik banyak konsumen, yaitu video streaming. Jika kita ketahui bahwa tayangan komersial televisi ternyata jauh lebih efektif daripada iklan komersial dari media lainnya seperti media cetak untuk menarik perhatian konsumen atau publik karena sifatnya lebih mudah diingat dan juga karena lebih mampu menarik rasa ingin tahu mereka.
Maka dapat diasumsikan bahwa konten video streaming akan lebih lebih menarik, dinamis dan mudah diingat daripada sekadar konten internet yang hanya terdiri dari tulisan atau gambar. Jangan lupa seperti yang disebutkan di atas kelebihan utama dari video itu daripada tulisan atau gambar adalah kemampuan membuat rasa ingin tahu sangat besar pada seseorang yang menyaksikannya. Contohnya dapat dilihat mudah dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya orang-orang diketahui biasanya akan berhenti sejenak melihat display toko yang memiliki televisi yang menampilkan video promo jualannya.
Dengan melihat gambar bergerak dari video promosi tersebut, orang-orang umumnya akan tergerak rasa ingin tahu tentang konten yang ditayangkan itu dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan jika orang tersebut tidak berhenti berjalan, biasanya akan melihat sekilas tayangan video promosi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebuah video promosi yang bagus akan menarik lebih banyak daripada buletin, leflet, iklan cetak, spanduk dan sebagainya. Hal itu juga berlaku pada video streaming yang lebih efektif sebagai alat promosi daripada email. pop-up windows maupun newsletters.
Maka tidak heran jika beberapa stasiun televisi terbesar Amerika Serikat seperti Fox atau CBS misalnya pun menggunakan video streaming sebagai fitur penting dari situs mereka. Stasiun-stasiun televisi Amerika itu menggunakan video streaming tidak hanya sebagai nilai (value) layanan bagi pemirsanya yang terlewat dalam menyaksikan program kesayangannya, namun juga sebagai alat promosi untuk menarik calon pemirsa agar mau menyaksikan program unggulan stasiun televisi tersebut.
Bagaimana di Indonesia? Sebenarnya beberapa stasiun televisi sudah lama memanfaatkan video streaming sebagai fitur layanan bagi para pemirsa setianya. Salah satunya adalah Indosiar. Bahkan beberapa tahun lalu, Indosiar pernah mempelopori video streaming secara 'live', yaitu penayangan televisi Indosiar secara langsung melalui internet di situsnya, Indosiar.com. Orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri sangat mengapresiasinya karena bisa menyaksikan informasi dan berita dari Tanah Air yang mengobati kerinduan mereka. Sayangnya fitur tersebut kemudian harus dihentikan karena beberapa alasan tertentu.
Namun Indosiar melalui situsnya tidak begitu saja meninggalkan sepenuhnya video streaming karena pengunjung situs tersebut masih bisa mengakses video streaming berita maupun program unggulan Indosiar walau tidak dalam bentuk 'live streaming'. Bahkan situs Indosiar.com kemudian mengembangkan fitur baru yang bernama "Video Fiesta" yang mengizinkan para penggemar Indosiar untuk menyaksikan klip video streaming dari program-program Indosiar kesayangannya seperti klip video drama Asia populer antara lain "Full House" yang dibintangi Rain dan Song Hye Kyo.
Memang klip video streaming dari fitur Video Fiesta yang menggunakan program Flash itu tidak menyajikan program seutuhnya karena hanya berdurasi 3 hingga 4 menit. Namun bagi pengguna fitur tersebut, setidaknya klip video streaming itu dapat mendekatkannya dengan program kesayangannya. Tidak hanya itu, fitur tersebut pun memberi kesempatan bagi penggunanya untuk mengekspresikan perasaan tentang program kesayangan tersebut. Di sisi lain, dampak fitur Video Fiesta adalah meningkatnya kesadaran konsumen Indosiar akan program-program unggulan yang sedang atau pernah diputar stasiun televisi tersebut.
Dengan kata lain, fitur Video Fiesta adalah bagian dari strategi pemasaran yang dilakukan Indosiar melalui situsnya untuk tidak hanya untuk menarik lebih banyak pemirsa namun juga untuk mempertahankan kesetiaan pemirsa agar tidak berpindah dari Indosiar. Selain itu, Indosiar pun dapat memanfaatkannya Video Fiesta sebagai indikator atas program-program yang sekiranya paling disukai pemirsa sehingga strategi untuk menarik pemirsa televisi semakin efektif. Dengan begitu, Indosiar akan lebih mampu memperkokoh atau mempertahankan posisinya sebagai stasiun televisi nomor satu Indonesia.
***