15-Feb-2008 16:28:06 WIB
SINOPSIS
Maha Kuasa
Kubersujud Padamu Ibu
[ Tayang: 6-Sep-2008 06:30 WIB ]



Indosiar.com - SAROH (25 Tahun), seorang kembang desa yang sangat cantik. Ia tinggal bersama MIDAH (45 Tahun/Emaknya saroh/Penjual karedok), ibu kandungnya, penjual karedok dan adiknya, BUDI (13 Tahun/Adiknya Saroh/anaknya Midah/kelas 3 SMP).

Merasa cantik, Saroh menjadi sombong dan merasa hebat. Ia takut kukunya menjadi patah jika mengerjakan pekerjaan rumah yang kasar. Jika mencuci ia alergi dengan detergen. Midah selalu menasehati Saroh agar taubat. Jangan sombong karena kesombongan hanya milik Allah.

Saroh yang selalu punya cita-cita jadi orang kaya selalu mencari lelaki kaya untuk suaminya. Saroh suka malu bahwa ibunya hanya seorang penjual karedok. Ia sering berbohong tentang keluarganya. Kerjaan Saroh setiap hari hanya jalan-jalan dengan lelaki kaya untuk mendapatkan uang cepat. Yaitu, KANG MIUN (30 Tahun)yang kaya namun juga sangat sombong.

Tetangga-tetangga banyak yang membicarakan Saroh. Misalnya NININ (30 Tahun)dan TITIN ( 30 Tahun)yang jago rumpi. Tapi Bu Midah berusaha sabar dan terus menasehati anaknya. Saroh semakin marah dan justru menyalahkan ibunya kenapa tidak jadi orang kaya karena dulu ibunya pernah dilamar juragan Darto yang sangat kaya, tapi ditolak karena ibunya masih belum bisa melupakan almarhum ayahnya.

Nasehat Midah, tetangga, bahkan sampai ANISA (45 Tahun/Usatadzah) sama sekali tidak digubris oleh Saroh. Ia makin asyik dengan dunianya. Ketika ibunya sedang sakit, Saroh bukannya merawat ibunya namun malah asyik jalan-jalan dengan Kang Miun. Saroh sudah mabuk kepayang dengan kang Miun.

Seluruh kampung membicarakan Saroh yang bertelinga tapi tak mendengar. Nasehat siapa pun tidak digubris. Termasuk ketika ibunya menasehati Saroh harus hati-hati siapa tahu Miun sudah  punya istri. Ibunya sakit malah asyik pacaran.

Miun yang ngaku perjaka makin membuat mabuk kepayang Saroh karena Miun selalu memberi apa saja yang Saroh minta. Termasuk ketika Saroh dan Miun siap-siap beli cincin kawin untuk pernikahan mereka. Naas, di depan toko mas ketika hati Saroh sedang berbunga-bunga memilih cincin kawin, empat wanita mendatangi mereka. Miun pucat pasi. Ternyata keempat wanita itu istri Miun. Ternyata benar, Miun tidak perjaka tingting seperti kata dia dulu! Bahkan keempat istri Miun juga tengah hamil tua semua!

Miun nampak ketakutan dan dengan cepat memutar balik fakta bahwa ia dirayu Saroh dan dipaksa menikahinya. Istri Miun marah. Semua barang Saroh diambil. Miun dengan paksa ditarik diajak pulang keempat istrinya. Tinggal Saroh yang merasa kecewa dan patah hati. Saroh malu pulang ke rumah. Ia berjalan dengan hati hampa.

Di tengah jalan ia mendengar suara azan. Saroh seperti mendapat hidayah. Dengan menangis dan tertatih ia mendekati mushola. Disana ia bertemu dengan Anisa, menatap Saroh yang menangis, mengajak wudhu dan sholat. Saroh sholat dengan khusyu. Selesai sholat ia mendengar imam berdoa dengan khusyu, airmatanya jatuh berderai-derai.  Saroh malu pulang, sadar sudah menyakiti dan mempermalukan ibunya. Anisa dengan lembut menasehati bahwa pintu maaf seorang ibu, apalagi Allah SWT tidak akan pernah tertutup sedikitpun. Apalagi sebulan lagi Ramadhan tiba. Saatnya berbenah diri, memulai hidup baru dan membersihkan hati di bulan yang penuh berkah dan barokah.

Saroh pulang dengan menangis. Di tengah jalan ia bertemu dengan beberapa bapak-bapak yang berkata ada penjual karedok meninggal dunia. Saroh kaget, shock, mengira ibunya meninggal. Ia berlari dengan sedih. Tapi ternyata dugaan Saroh salah. Yang meninggal adalah pok Mijun penjual Karedok kampung tetangganya. Ibunya yang sedang sholat ditubruknya dari belakang. Ia bersujud di kaki ibunya, menangis dan minta waktu untuk memperbaiki segala kesalahannya. Dan sebulan kemudian...

Pemain:
Ayu Anjani sebagai Saroh
Raslina Rashidin sebagai Midah
Ridho sebagai budi
Ferry Irawan sebagai Kang Miun
Astri Ivo sebagai Anisa

(And)

Nama:
Email:

More SINOPSIS:
[ more Sinopsis ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :