
Indosiar.com - Ferdi tertusuk pisau preman yang merampas kalung liontin Jihan. Jihan yang panik akhirnya bisa membawa Ferdi ke rumah sakit. Tapi sayang, justru dia dituduh yang membunuh Ferdi. Ini semua berkat laporan Bu Wijaya, Cathy dan Aurel.
Ditambah lagi sidik jari Jihan ada di gagang pisau yang digunakan untuk menusuk Ferdi/ Rupanya Jihan yang mencabut pisau dari tubuh Ferdi karena panik berakibat fatal. Untungnya, Ferdi memberi kesaksian kalau Jihan bukanlah pelaku penusukan.
Jihan akhirnya dibebaskan setelah pelaku yang sebenarnya tertangkap polisi. Sebelum tertangkap polisi, preman yang menusuk Ferdi memberikan kalung liontin milik Jihan kepada Wira untuk dijualkan. Ternyata Wira yang sedang memakai kalung liontion ini dilihat oleh Tio.
Tio segera memanfaatkan situasi. Dia mengajak Wira untuk bekerjasama dengan berpura - pura menjadi cucu Eyang Ratna yang hilang beberapa tahun yang lalu. Padahal tujuan utama Tio adalah untuk mencari keuntungan lewat Wira. Dan benar saja Wira banyak mendapat uang dari Eyang Ratna karena dianggap cucunya yang hilang.
Eyang Ratna senang mendapati Wira sebagai cucunya yang hilang. Tapi Pak Wijaya dan Bu Wijaya yang sudah tahu kalau Jihan adalah anak Pak Wijaya sama sekali tidak percaya. Pak Umar sebagai pemilik panti juga tidak percaya kalau Wira adalah anak biologis Pak Wijaya.
Dia tetap yakin kalau Jihan adalah anak Pak Wijaya yang sebenarnya. Aurel benar - benar kehilangan cara untuk memisahkan Jihan dengan Ferdi yang semakin dekat. Makanya dia berbuat nekat dengan berpura-pura tidur dengan Ferdi. Rupanya hal itu diketahui oleh Jihan. Jihan benar-benar kaget melihatnya. (And)