
Indosiar.com - Dinda yang baru pulang dari bepergian langsung didamprat oleh ayahnya. Agung Wibowo sang ayah langsung menuduh bahwa Dinda pergi dengan Brian yang bintang sinetron itu. Dimata Agung Wibowo, Dinda tidak pantas berhubungan dengan Brian.
Bagi Agung Wibowo pemain sinetron hidup dalam dunia mimpi dan selalu tak lepas dari gosip negatif. Bagaimanapun Dinda berdalih sang ayah tetap berpendirian agar Dinda menjauhi Brian.
Pada kesempatan itu juga sang ayah menekankan agar Dinda mau menerima kehadiran Gerna Sebastian MBA yang sengaja akan dijodohkan dengannya. Dinda menangis karena merasa dirinya terlalu disudutkan pada pilihan orangtua.
Sang ibu berusaha menghibur tapi Dinda bertanya apakah sebagai wanita sang ibu menyetujui perkawinan yang sifatnya dipaksa ini ? Dinda bertanya pada dirinya, salahkah ia kalau jatuh cinta pada seorang bintang sinetron?
Dinda jadi ingat bagaimana proses petemuannya yang unik dengan Brian dan bagaimana akhirnya mereka saling mengucap cinta dan berjanji untuk hidup sebagai suami istri, karena Dinda masih tetap saja berhubungan dengan Brian maka Agung Wibowo membicarakan masalah ini pada kakak perempuannya yakni Bude Taru yang sok keningrat - ningratan ini memberi satu jalan pintas guna memisahkan Dinda dari Brian.
Dalam sebuah pesta ulang tahun Brian dipanggil tapi dalam kesempatan ini juga Bude Taru Kesuma tanpa kompromi mengumumkan bahwa Dinda akan segera ditunangkan dengan Gerna Sebastian MBA yang malam itu hadir juga.
Tentu saha Dinda merasa terpukul terlebih Brian. Begitulah pengumuman itu telahj membuat Brian malu dan segera meninggalkan pesta. Dinda yang tidak menduga sama sekali teror itu marah dan protes, tapi semuanya telah terjadi.
Esok harinya Dinda menemui Brian meminta maaf dan mencoba menjelaskan masalahnya, tapi belum tuntas Dinda bicara muncul Pramono anak Bude Taru Kesuma yang ditugaskan untuk menjemput Dinda tapi karena Dinda tidak mau maka terpaksalah Pramono kasar.
Brian jadi marah maka terjadilah perkelahian antara Pramono dan Brian. Dalam perkelahian itu Pramono dibantu oleh 2 lelaki kekar pekerja Agung Wibowo yang brutal. Maka apa dayalah seorang Brian melawan Pramono yang menjadi brutal dan anak buahnya itu. Akibatnya Brian luka parah dan harus dibawa ke rumah sakit.
Agung Wibowo kesal sekali terhadap Pramono yang juga masih keponakannya itu. Tugas Pramono untuk menjemput Dinda gagal dan melah berakibat fatal dan memalukan. Akhirnya Agung Wibowo menjemput Dinda ke Rumah Sakiu Umum dimana Brian dirawat, Dinda dipaksa pulang.
Akhirnya demi keamanan Agung Wibowo mengawinkan Dinda dengan Gema Sebastian MBA secara paksa dan beberapa hari setelah perkawinan, Gema Sebastian pergi keluar negeri. Sementara itu Dinda mulai mengandung tapi walaupun sudah punya suami dan mengandung.
Pikiran Dinda masih ke Brian terus dan Brian yang sudah mulai sembuh dari operasi dan menderita cacat terutama pada kaki kiri dan sedikit diwajahnya juga selalu bertanya-tanya tentang Dinda yang tak pernah datang ke rumah sakit menjenguk.
Melalui seorang sahabat maka tahulah Brian bahwa Dinda terpaksa menikah dan kini dalam keadaan hamil. Sementara musibah menimpa Gema Sebastian yang diluar negeri. Ia meninggal karena kecelakaan ini berarti tragedi buat Dinda.
Ia harus melahirkan anak dari hasil perkawinan yang tak ia kehendaki. Dinda terguncang merasa bahwa hidupnya semakin kelam. Brian yang terus mengikuti perkembangan Dinda merasa iba pada Dinda dan bermaksud mengobati luka Dinda.
Brian yang sangat ingin menemui Dinda dan tahu persis kalau Dinda dikurung mencoba nelpon. Hubungan telpon terjadi tapi Pramono anak Bude Taru yang sejak awal mencintai Dinda menjadi cemburu setelah tahu Dinda kembali berhubungan dengan Brian.
Ia rebut telpon terjadi pertengkaran dan Dinda yang hamil 6 bulan terhempas kuat karena dorongan Pramono. Akibatnya fatal, Dinda harus operasi. Brian yang tahu Dinda di rumah sakit dengan nekat menemui Dinda. Maka bertemulah sepasang kekasih ini dirumah sakit.
Dinda selamat tapi bayinya yang dilahirkan meninggal. Ketika Dinda menangisi nasibnya. Brian menyatakan kesetiaan dan ketetapan cintanya. (And)