
Anak-anak ini bukan lagi mau tawuran loh. Mereka lagi latihan aikido. Dari namanya saja sudah ketebak, kalau asal seni bela diri ini dari Negeri Matahari Terbit sono tuh, Jepang. Salah satu kelebihan seni bela diri ini ada pada pada prinsip kelembutan yang justru dipakai untuk ngalahin lawan. Ah, kok bisa sih ?
"Aikido itu, kaki tangan badan, semuanya dilatih. Cuma orang melihatnya seolah-olah lebih banyak menggunakan tangan. Sebenarnya tidak, malah dulunya dikenal dengan nama aijutsu, pergerakan badan. Unsur pergerakan badan secara keseluruhan itu sebenarnya bermula di pinggang, yang lari ke badan. Tangannya menjadi alat, kakinya juga alat. Jadi sebenarnya aikido itu pelajarannya hanya formasi keseluruhan badannya dengan pikiran dan jiwanya," jelas Ferdiansyah, praktisi aikido.
Di American Club, yang ada di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, setiap Sabtu, anak-anak dengan kisaran usianya 7 sampai 14 tahun ini ngumpul untuk berlatih aikido dibawah pengawasan Sensei Stanley.
Belajar aikido bisa dimulai dari umur 4 tahun. Tapi tenang...ngak ada kata terlambat untuk belajar. Sang suhu aja nih, Sensei Stanley belajar aikido waktu umur 63 tahun dan sekarang umurnya sudah 74 tahun. Masih gesit yah.
Dalam aikido, cara megang tangan lawan juga pengaruh loh. Supaya yah itu tadi, kita bisa manfaatin kekuatan lawan. Aikido bisa juga untuk ngurusin badan loh. Ngiri deh rasanya, lihat anak-anak itu gerakannya bisa luwes. Mereka juga ngak cuma diajarin teknik ngejatuhin lawan, tapi juga diajarin cara mengendalikan diri. Seperti Ilham, yang umurnya 8 tahun ini, yang ngakunya jadi lebih sabar saat menghadapi orang. Selain itu, yang penting aikido ini untuk jaga diri.(Arni Gusmiarni/Ijs)