
Adalah Muryanto pemuda lajang lulusan SMP di Kabupaten Ngawi yang menggunakan biji wijen sebagai media melukis. Kuas yang digunakan juga cukup unik, yaitu menggunakan selembar bulu tangan. Lantaran teramat kecil lukisannya harus dilihat dengan bantuan kaca pembesar.
Saat mantan Presiden Soeharto jatuh sakit, naluri melukis Muryanto kembali muncul dengan menggambar tokoh Orde Baru itu diatas sebutir biji wijen hanya dalam tempo 15 menit. Agar bisa melukis dengan tepat, ia merancang kaca pembesar yang diperolehnya dari lensa kamera bekas hingga merupai mikroskop.
Selain pak Harto, ia juga melukis tokoh nasional lainnya, seperti Bung Karno dan Gus Dur. Bahkan logo - logo televisi nasional juga tak luput dari goresan bulu tangannya. Sehingga mengundang kekaguman dikalangan penggemar lukisan. Pasalnya untuk menyelesaikan lukisan amat kecil ini harus memiliki ketelatenan.
Menurut Muryanto, sebelum di lukis butir biji wijen harus dibelah terlebih dahulu untuk dibuang isinya dan diambil kulitnya, sebab kalau bijinya tak dibuang dikhawatirkan lama kelamaan akan tumbuh tunasnya.
"Awalnya saya nonton di televisi ada orang melukis menggunakan media beras, nah dari situ terfikir untuk melukis dari media yang lebih kecil, jadi biji wijenlah yang saya pakai" ujar Muryanto.
Menurut Murianto ide melukis diatas wijen muncul karena dia pernah menyaksikan pelukis yang menuangkan karyanya diatas beras. Sehingga Murianto berharap lukisannya bisa menjadi bentuk sumbangsih pada bangsa. (Tim Liputan/Dv)