HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Wijen Jadi Media Melukis



indosiar.com, Ngawi - Seniman seringkali punya cara berbeda - beda untuk menuangkan ide kreatifnya. Salah satu ditunjukan oleh seorang pelukis di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dia menggunakan biji wijen sebagai media untuk menuangkan karya lukisnya.

Adalah Muryanto pemuda lajang lulusan SMP di Kabupaten Ngawi yang menggunakan biji wijen sebagai media melukis. Kuas yang digunakan juga cukup unik, yaitu menggunakan selembar bulu tangan. Lantaran teramat kecil lukisannya harus dilihat dengan bantuan kaca pembesar.

Saat mantan Presiden Soeharto jatuh sakit, naluri melukis Muryanto kembali muncul dengan menggambar tokoh Orde Baru itu diatas sebutir biji wijen hanya dalam tempo 15 menit. Agar bisa melukis dengan tepat, ia merancang kaca pembesar yang diperolehnya dari lensa kamera bekas hingga merupai mikroskop.

Selain pak Harto, ia juga melukis tokoh nasional lainnya, seperti Bung Karno dan Gus Dur. Bahkan logo - logo televisi nasional juga tak luput dari goresan bulu tangannya. Sehingga mengundang kekaguman dikalangan penggemar lukisan. Pasalnya untuk menyelesaikan lukisan amat kecil ini harus memiliki ketelatenan.

Menurut Muryanto, sebelum di lukis butir biji wijen harus dibelah terlebih dahulu untuk dibuang isinya dan diambil kulitnya, sebab kalau bijinya tak dibuang dikhawatirkan lama kelamaan akan tumbuh tunasnya.

"Awalnya saya nonton di televisi ada orang melukis menggunakan media beras, nah dari situ terfikir untuk melukis dari media yang lebih kecil, jadi biji wijenlah yang saya pakai" ujar Muryanto.

Menurut Murianto ide melukis diatas wijen muncul karena dia pernah menyaksikan pelukis yang menuangkan karyanya diatas beras. Sehingga Murianto berharap lukisannya bisa menjadi bentuk sumbangsih pada bangsa. (Tim Liputan/Dv)

Bookmark and Share


Page: 1
22-Jan-2008 06:58:39 WIB by bayu anggara
seorang seniman harus mempunyai hal-hal yang beda seperti itu.kalau hanya niru-niru aja itu nurut aku bukan seniman tapi tukang lukis.

 

Nama:
Email:
Security Code: