
indosiar.com - Tahukah Anda, nyaris setiap hari sekitar 5000 orang di dunia meninggal akibat penyakit tuberkolosis (TBC) ?! Bahkan di dunia ketiga, TBC masih menjadi penyakit yang mematikan bagi 2 juta orang setiap tahunnya. Indonesia, menempati urutan ketiga di dunia dalam masalah penyakit TBC.
Peringatan Hari Tuberkolosis Sedunia jatuh pada tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Pada tanggal 24 Maret tahun 1882, seorang dokter Jerman Heinrich Hermann Robert Koch (11 Desember 1843 - 27 Mei 1910), mengumumkan bahwa ia telah menemukan penyakit tuberkolosis, bakteri TBC.
Robert Koch dilahirkan di Clausthal, Jerman sebagai seorang anak pejabat pertambangan. Dia belajar medis dibawah Jacob Henle di Universitas Gottingen dan tamat pada 1866. Pada saat perang Perancis - Rusia, ia bekerja sebagai tenaga medis di distrik Wollstein.
Pencanangan Hari Tuberkolosis Sedunia baru dilakukan pada tahun 1982. Pada tahun 1982, seratus tahun setelah Dr Koch mempresentasikan penemuannya. Adalah International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) yang mengajukan tanggal 24 Maret sebagai World TB Day. Pada tahun 1996, World Health Organization (WHO) bergabung dengan IUATLD dan berbagai organisasi lainnya untuk mengatasi dampak dari penyakit TBC.
Tuberkulosis atau TB (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini adalah salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru (disebut sebagai TB Paru), walaupun pada sepertiga kasus, organ-organ lain ikut terlibat. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.
M.tuberculosis berbentuk batang, berukuran panjang 5µ dan lebar 3µ, tidak membentuk spora, dan termasuk bakteri aerob. Mycobacteria dapat diberi pewarnaan seperti bakteri lainnya, misalnya dengan Pewarnaan Gram. Namun, sekali mycobacteria diberi warna oleh pewarnaan gram, maka warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan asam. Oleh karena itu, maka mycobacteria disebut sebagai Basil Tahan Asam atau BTA. Beberapa mikroorganisme lain yang juga memiliki sifat tahan asam, yaitu spesies Nocardia, Rhodococcus, Legionella micdadei, dan protozoa Isospora dan Cryptosporidium.
Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik. Lipoarabinomannan, suatu molekul lain dalam dinding sel mycobacteria, berperan dalam interaksi antara inang dan patogen, menjadikan M. tuberculosis dapat bertahan hidup di dalam makrofag.
Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal.
Jenis-jenis TBC :
(wikipedia.org/Ijs)