indosiar.com, Jakarta - Kehadiran maestro pantomin Perancis Le Mime Bizot selama di Jakarta memanfatkan Pusat Kebudayaan Perancis Jakarta, untuk mentransfer ilmunya kepada komunitas seni di Jakarta.
Sedikitnya 160 komunitas seni dari 15 sekolah, sanggar seni dan perkumpulan teater mendapatkan bimbingan spesial dari Bizot. Puncaknya mereka tampil bersama di Taman Menteng, Jakarta dalam sebuah pentas seni pantomin.
Pantomin yang berasal dari bahasa latin pantomimus, mempunyai arti meniru segala sesuatu. Suatu pertunjukan teater yang menggunakan isyarat dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh sebagai dialog. Jenis pertunjukan ini telah dikenal sejak jaman romawi kuno dan sering digunakan dalam ritual keagamaan.
Pantomin kembali populer pada abad ke 16 di Italia, yang membawa pada bentuknya yang sekarang yang mengutamakan lakon komedi. Pusat Kebudayaan Perancis di Jakarta beberapa waktu yang lalu, telah mendatangkan seorang maesro pantomin Perancis Philippe Bizot ke Jakarta.
Setelah sempat berkolaborasi dengan komunitas puisi lokal Bunga Matahari, CCF pekan lalu kembali menggelar pertunjukan pantomin yang diikuti oleh sekitar 160 seniman pantomin dari beberapa sekolah, perguruan tinggi, sanggar seni dan teater di Jakarta. Selama 3 bulan mereka mendapat bimbingan khusus dari sang maesro Le Mime Bizot.
Dalam pertunjukan pekan lalu, pantomin selain menampilkan tema - tema Perancis juga ada tema - tema lokal. Di pengunjung pertunjukan Institute Kesenian Jakarta dan Teater Gelanggang Remaja, Jakarta Timur tampil dengan tema Rama Shinta. Terlihat jelas sebuah pertunjukan movie dimensi hasil garapan Le Mime Bizot, yang sepertinya ingin meninggalkan jejak dari Jakarta. (Farma Dinata/Heru Desembri/Dv/Ijs)