indosiar.com, Nganjuk - Maraknya games-games berteknologi membuat permainan tradisional kian terpinggirkan. Untuk melestarikan permainan rakyat itu, komunitas seniman di Nganjuk, Jawa Timur, menggelar festival permainan rakyat yang mulai ditinggalkan. Anak-anak digugah kesadarannya untuk mengenali kearifan lokal.
Festival permainan rakyat tradisional Nganjuk yang digelar di Taman Wisata Anjuk Ladang ini, disambut antusias warga Nganjuk. Beragam permainan rakyat yang diperagakan anak-anak ini, seolah membuka memori kalangan orangtua untuk bernostalgia pada masa kecil.
Secara berkelompok, anak-anak ini memainkan permainan tradisional yang kini jarang dijumpai lagi. Seperti permainan gobak sodor, cublek suweng, antil-antil rembulan, gobak gepeng dan gobak cilik. Iringan musik tradisional yang dimainkan oleh anak-anak, membuat suasana panggung kian marak.
Mereka bermain dengan ceria diiringi canda dan tawa. Selain gerakan yang rancak, anak-anak juga terlibat percakapan dalam bahasa Jawa. Mereka bermain sesuai peran dalam kelompoknya.
Meski ditonton ratusan warga, 14 kelompok anak-anak peserta festival tak terlihat canggung bermain diatas panggung. Ternyata sebagian besar anak-anak peserta festival yang digelar oleh komunitas seniman dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nganjuk ini, masih asing dengan permainan rakyat.
Mereka baru mempelajari sebagai persiapan menghadapi lomba, namun anak - anak ini mengaku amat menyukai permainan tradisional ini.
Berdasarkan penelitian, sedikitnya terdapat 50 lebih jenis permainan anak-anak tradisional khas Nganjuk. Namun hanya sebagian kecil yang masih dimainkan anak-anak diera modern saat ini. Untuk itu festival permainan rakyat ini akan digelar secara rutin, untuk menggugat kesadaran anak - anak untuk menggemari permainan tradisional khas Nganjuk.(Danu Sukendro/Dv/Ijs)