indosiar.com, Solo - Daya Tarik Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, tidak hanya batik tapi juga legenda tentang sejarah batik itu sendiri. Kisah ini kemudian diangkat dan dipentaskan dalam bentuk ketoprak yang kocak, sehingga membuat gelak tawa penonton sepanjang pentas berlangsung.
Inilah pentas Ketoprak yang dibawakan Teater Jidak Jidik di Kampung Laweyan, Solo. Pentas digelar di sebuah rumah kuno dengan seluruh pemain mengenakan busana Jawa kuno. Alhasil, para penonton pun seperti menyaksikan adegan dari masa lampau.
Pentas bertajuk Jaka Pabelan ini menceritakan, seorang pemuda gagah yang bermain api dengan berhubungan dengan salah satu putri kerajaan. Sang raja marah, sehingga Jaka Pabelan harus dihukum mati.
Meski cerita dalam pentas ini berakhir tragis, namun penonton tak hanyut dalam suasana sedih. Sebaliknya, sepanjang pentas justru penuh dengan gelak tawa penonton karena ketoprak dikemas secara kocak.
Menurut Ketua Paguyuban Kampung Batik Laweyan Alpha Fabela, acara Laweyan ini merupakan kegiatan rutin untuk mempromosikan Kampung Batik Laweyan sebagai kampung wisata.
Kampung Batik Laweyan merupakan kampung tua di Solo, yang dibangun semasa Kerajaan Paca, jauh sebelumnya berdirinya Kraton Kesunanan Surakarta. Pentas ini digelar secara rutin setiap tanggal 25 dengan nama Salaweyan. (Ganuk Nugroho Adi/Dv/Ijs)