indosiar.com, Bogor - Petani ubi jalar di Bogor, Jawa Barat merayakan panen tanamannya yang melimpah. Dalam 3 bulan ubi jalar di Bogor mampu dipanen dengan kualitas unggul 2 kali lipat besarnya dibanding ubi biasa. Hal ini dikarenakan hantu yang mereka pelihara. Percaya atau tidak ?
Seperti inilah kegembiraan yang dirasakan oleh puluhan petani di Bogor, Jawa Barat. Dalam waktu 3 bulan saja, ubi jalar dilahan seluas 4 ribu meter yang mereka rawat kini telah dapat dipanen dengan hasil yang sangat memuaskan.
Para petani hantu ternyata mampu mendulang keuntungan. Di sebut hantu karena mereka perggunakan pupuk organik hormon tanaman unggul yang disingkat hantu. Dengan bahan dasar sumber kandungan madu dan susu.
Dengan pupuk buatan petani asal Bogor itulah mereka merawat tanamannya. Berangkat dari pemikiran semakin mahalnya harga pupuk dipasaran, petani bernama Sujimin, belajar dari berbagai sumber dan mendapatkan resep mengolah berbagai bahan alami untuk dijadikan pupuk.
Campuran pupuknya kemudian membuahkan hasil, berupa labu siam dan cabe dengan ukuran besar.
Labu atau gambas hasil uji coba pupuknya dapat tumbuh hingga setinggi 1,3 meter, dari ukuran biasa lazimnya paling tinggi hanya 40 centimeter saja. Cara pemupukannya pun sangat sederhana, dengan hanya menyemprot setiap hari dibagian bawah tanaman.
Dikebun contoh dibelakang rumah Sujimin, semua jenis tanaman dari mulai buah dewa hingga anggrek miliknya tumbuh berbeda. Jika awalnya hanya coba - coba, Sujimin kini mulai menjual pupuknya kepada petani sekitar. (Iwan Kurniawan/Dv/Sup).