
indosiar.com, Wonosobo - Dari limbah botol bekas seorang pelukis asal Wonosobo, Jawa Tengah, mampu menyulapnya menjadi barang berharga. Tak hanya laku di Indonesia, lukisan yang unik ini telah mampu menembus pasar luar negeri.
Entah berapa ribu botol yang sudah menjadi obyek sapuan kuas Tries Ponowady
warga Kelurahan Sambek, Kabupaten Wonosobo. Dia menjadi satu-satunya pelukis botol yang mengeluti bidang itu sejak tahun 1990.
Tries merangkak menjadi pelukis botol pertama kali pada tahun 1985, karena usaha foto hitam putihnya gulung tikar akibat munculnya studio foto berwarna di Wonosobo. Hingga tanpa sengaja pada tahun 1990, pria beranak 4 itu membuat lukisan dengan media botol bekas bahan kimia untuk mencuci film. Hasilnya, ternyata menarik dan banyak pemesan.
Tries pun lalu diikutikan dalam pameran disejumlah kota. Hingga akhirnya mewakili Kabupaten Wonosobo dalam Indonesia World Paint di Madrid, Spanyol. Sejak itu banyak kolektor mencarinya dan memesan lukisannya. Botol-botol yang menjadikan media lukis seperti botol bekas minuman, parfum, kopi, saus tembakau, bahkan stoples.
Untuk mendapatkan botol-botol itu selain mencari sendir Tries juga menampung botol dari para pemulung di Wonosobo, sementara untuk mendapat bentuk dan ukuran botol yang unik, Tries memesannya kepada seorang pedagang botol bekas di Pasar Johar, Semarang.
Dalam seminggu, Tries mengaku 10 sampai 15 lukisan botol laku terjual. Mereka tidak hanya pembeli dari dalam negeri, namun sekarang banyak pula pemesan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Spanyol dan India. Lukisan Tries banyak memakai motif ikan, tanaman dan tulisan arab. Satu lukisan botol dikerjakan dalam sepekan, tergantung tingkat kesulitannya. (Nanang Anna Nur/Sup)