HOME | CONTACT US | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM
Budaya Menyambul Maulid Nabi

Tradisi Mengunyah Sirih






indosiar.com, Solo
- Seni mengunyah sirih atau nginang, memang identik dengan budaya 
masyarakat Jawa, pada jaman dahulu.

Namun, seiring perkembangan jaman, tradisi nginang ini semakin hilang, mulai jarang kita ditemukan.

Sebagai lembaga pelestari budaya, Keraton Kasunanan Surakarta menggelar tradisi nginang ini, untuk menyambut gangsa sekaten, atau menyambut datangnya Maulid Nabi Muhammad SAW.

Puluhan pemuda di Solo, mengikuti tradisi mengunyah sirih ini.

Dengan iringan gending Jawa yang mengalun pelan dan tenang, puluhan pemuda yang tergabung Youth Heritage ini, mulai mengunyah sirih. Beberapa diantara mereka, tampak mulai kesulitan karena baru pertama kali melakukannya.

Mereka mengaku mengikuti tradisi ini karena selain untuk menyambut gangsa sekaten, juga ingin merasakan secara langsung suasana penyambutan Maulid Nabi, pada jaman dahulu.

Dalam budaya Jawa, tradisi nginang ini mempunyai makna filosofi, enang'e atau menjadi saksi. Pada jaman dahulu, masyarakat mendengarkan ajaran agama Islam sambil mengunyah sirih, agar lebih bisa konsentrasi. Selain itu, nginang juga menjadikan tubuh sehat dan panjang umur.(Ganuk Nugroho Adi/Ijs)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: