
indosiar.com, Denpasar - Semakin dekatnya Hari Raya Nyepi, membuat aktifitas sentra pembuatan patung ogoh-ogoh di beberapa kawasan di Kota Denpasar, Bali, mulai ramai didatangi warga.
Selain ingin membeli aneka kebutuhan perlengkapan pembuatan patung, kebanyakan warga juga sengaja datang untuk memesan patung ogoh-ogoh, untuk diarak pada malam hari menjelang Nyepi, 16 Maret mendatang.
Tak hanya menjadi tradisi yang dilestarikan turun temurun, kreasi patung ogoh-ogoh bagi umat Hindu di Bali, merupakan salah satu prasyarat pensucian diri, dari unsur kejelekan, menjelang Nyepi.
Simbol ogoh-ogoh sendiri digambarkan dengan sosok raksasa, atau Buta Kala, dengan penampakan wajah seram, sebagai simbol kejahatan, atau A Dharma.
Sakralnya makna ogoh-ogoh sendiri membuat seluruh kepala keluarga di Bali, baik secara individu atau berkelompok membuat ogoh-ogoh, sebagai salah satu sarana pensucian.
Pada malam Nyepi atau dikenal dengan malam pengrupukan nanti,ratusan ogoh-ogoh akan diarak keliling kampung, untuk mengusir roh jahat, dan menetralisir segala unsur negatif, agar tidak mengganggu saat warga melakukan tapa brata penyepian, pada pagi harinya.(Riadis Sulhi/Ijs)