
indosiar.com, Sulawesi Utara - Inilah konser musik bambu entel atau musik bambu banting. Musik ini adalah musik khas masyarakat Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Permainan musik bambu entel atau musik bambu banting ini biasanya dimainkan lebih dari 5 orang. Musik ini biasanya di mainkan pada acara syukuran atau pada peringatan hari–hari besar.
Musik bambu berkembang menjadi musik tradisional Kepulauan Talaud karena bambu banyak tumbuh di sekitar pulau ini.
George Rompah, Kadis Disbudpar Talaud, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kepulauan Talaud, bambu digunakan untuk mengambil air di sungai dan di sumur.
Untuk membuat alat musik bambu memerlukan keterampilan khusus. Tidak semua jenis bambu bisa dipakai, karena hanya bambu yang tipis bisa menghasilkan suara yang merdu.
Bambu diambil dari hutan di sekitar pulau. Bambu kemudian dipotong sesuai ukuran, karena panjang dan pendeknya bambu menentukan suara yang keluar.
Bambu yang dipotong pendek mempunyai nada dasar suara yang tinggi, sedangkan yang panjang nada dasar rendah. Agar dapat menghasilkan suara yang merdu, bambu dijemur sampai kering.
Menurut Djemmy Wangkanusa, pembuat bambu entel, setiap bambu mempunyai satu nada, namun dalam musik entel ini, tiga nada disatukan sehingga suara yang keluar lebih bervariasi.
Suara yang keluar dari bambu ini, dapat mengiringi lagu – lagu daerah Talaud, seperti lagu Parodisa. Bahkan musik bambu dapat juga mengiringi lagu–lagu yang sedang populer.
Musik bambu entel telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kepulauan Talaud. Bagi penduduk Talaud, musik bambu tidak sekedar musik biasa, tetapi telah menjadi kebanggaan dan identitas mereka. (Sup)