HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Anak Disodomi dan Dibunuh

Tayang: 29-Aug-2005 00:00 WIB

Anak Disodomi dan Dibunuh

Berita HOT:

Reporter : Albertus Bembot
Juru Kamera : Dedy Suhardiman

indosiar.com, Pekanbaru - Kasus penculikan anak yang disertai sodomi dan pembunuhan selalu membuat bulu kuduk kita berdiri karena merinding bercampur marah. Di Pekanbaru Riau, akhir Juli lalu seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar ditemukan tewas.

Diduga adalah korban penculikan yang kemudian disodomi dan akhirnya dibunuh. Penemuan korban ini menambah daftar panjang kasus penculikan anak yang disertai sodomi dan pembunuhan di Pekanbaru, Riau dalam setahun terakhir ini.

29 Juli lalu, sesosok mayat anak laki-laki ditemukan di semak-semak di Kampung Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Saat ditemukan korban masiha mengenakan seragam sekolah, kaki memakai sepatu. Muka korban memar dan lebam. Kedua tangannya terikat tali sepatu, begitu juga dengan kedua kaki korban.

Dari hasil visum ditemukan, anus korban mengalami pembesaran akibat kekerasan seks. Korban selain dibunuh, dipastikan juga telah disodomi oleh pelakunya. Korban diketahui bernama Dipo Setiawan berumur 10 tahun, siswa sekolah dasar Negeri 050 Pekanbaru. Sehari sebelum penemuan mayat Dipo, orangtuanya melaporkan kalau Dipo belum pulang sejak pulang sekolah.

Penemuan mayat Dipo membuat para orangtua khawatir. Sebab selama beberapa bulan terakhir, sudah 7 bocah laki-laki hilang dan beberapa diantaranya kemudian ditemukan meninggal. Para orangtua kemudian memilih untuk mengantar dan menjemput anaknya jika ke sekolah. Mereka takut anaknya akan mengalami nasib seperti Dipo hilang setelah pulang dari sekolah.

Tiga hari sejak ditemukannya mayat Dipo, kepolisian Sektor Kota Bukit Raya Pekanbaru menangkap seorang lelaki bernama Ali Azhari, seorang karyawan sebuah bengkel yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi ditemukannya mayat Dipo.

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan Ali Azhari sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan disertai sodomi dengan korban Dipo Setiawan.

Kapolsek Bukit Raya AKP Des Ando menyatakan, penetapan Ali Azhari sebagai tersangka didasarkan pada hasil olah TKP dan penyelidikan di rumah tersangka. Di dinding kamar tidur tersangka polisi menemukan bercak darah yang setelah diuji di laboratorium forensik Polda Sumatera ternyata adalah darah korban.

Selain itu, tas korban juga ditemukan tidak jauh dari rumah tersangka. Tersangka juga diketahui pindah ke rumah orangtuanya sehari setelah mayat Dipo ditemukan. Tetapi tuduhan itu ditolah oleh Ali Azhari. Ali mengaku, dirinya telah menjadi korban salah tangkap kepolisian yang ingin segera mengungkap kasus pembunuhan dan sodomi terhadap beberapa bocah laki-laki di Pekanbaru.

Walaupun Ali Azhari membantah telah membunuh Dipo Setiawan, polisi tetap pada pendiriannya menetapkan Ali sebagai tersangka tunggal. Pihak kepolisian menilai adalah hak tersangka membantah tuduhan polisi.

Menurut polisi, pelaku membunuh Dipo karena korban telah mencuri pepaya miliknya yang ada di belakang rumah ketika dalam perjalanan pulang dari sekolah. Tersangka yang mengetahui Dipo akan mencuri pepaya kemudian menempelengnya dan menyeret korban ke dalam kamarnya.

Ketika di kamar tidur tersangka, korban di pukuli korbannya. Kepalanya dibentur-benturkan ke lantai. Akibatnya korban tewas, setelah meninggal korban kemudian disodomi. Polisi menuduh tersangka telah merencanakan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

Tersangka kemudian mengikat mayat korban dan membuangnya di semak-semak yang jaraknya 100 dari rumahnya. Sementara itu, dalam alibinya tersangka menyatakan, pada hari terbunuhnya Dipo ia pulang dari kantornya jam 11 lewat 45 menit dan sampai di rumah dengan naik motor pukul 12 siang. Setibanya di rumah, Ali Azhari makan siang dan tidur serta kembali lagi ke tempat kerja pukul 3 sore.

Pengakuan tersangka juga dibenarkan oleh rekan kerjanya yang bernama Wawan. Menurut Wawan, semua data keluar masuk karyawan akan tercatat oleh petugas absensi, sehingga tidak mungkin karyawan berbohong.

Keyakinan Ali Azhari bahwa dirinya telah menjadi salah tangkap makin kuat karena sebelumnya polisi juga telah melakukan salah tangkap dalam mengusut kasus ini. Polisi telah menangkap dan menahan seorang bernama Yogi, seorang karyawan konveksi. Bukan hanya itu, polisi juga telah mengobrak-abrik tempat kerja Yogi. Setelah ditahan 3 hari, Yogi pun dilepaskan karena tidak cukup bukti.

Selain itu, tersangka tidak mengenal korban dan tidak melihat korban melintas didepan rumahnya saat kejadian. Tuduhan bahwa pembunuhan itu direncanakan menurut tersangka tidak masuk akal, karena sehari-harinya korban diantar jemput oleh orangtuanya ke sekolah. Memang seperti diutarakan ayah korban Salami, sejak pindah ke SDN 050 korban selalu diantar dan dijemput jika pergi dan pulang dari sekolah.

Walapun tersangka menolak semua tuduhan, tetapi polisi tetap melakukan penyidikan, pemberkasan terhadap Ali Azhari. Polisi telah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat Ali Azhari yaitu pasal 340 tentang pembunuhan berencana, pasal 292 tentang sodomi, pasal 352 tentang penganiayaan, pasal 338 tentang pembunuhan serta Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan tuduhan yang berlapis-lapis itu, tersangka diancam hukuman seumur hidup.

Istri, ibu dan ayah tersangka tidak yakin jika Ali Azhari telah melakukan pembunuhan. Sebab selama ini tersangka dikenal sebagai anak yang pendiam dan taat beribadah.

Penetapan Ali Azhari sebagai tersangka pembunuh Dipo Setiawan dan sekaligus pelaku sodomi mengagetkan istri dan ibu tersangka. Mereka tidak yakin, Ali Azhari telah membunuh Dipo Setiawan dan sekaligus menyodominya, karena menurut mereka, Ali Azhari adalah anak yang pendiam dan taat beribadah. Sehingga tidak mungkin melakukan perbuatan sekeji itu.

Tetapi menurut Kapolsek Bukit Raya AKP Des Andro, dalam pemeriksaan Ali Azhari mengakui segala perbuatannya telah membunuh dan menyodomi korban. Sementara itu, bagi keluarga korban dengan ditangkapnya Ali Azhari kasus penculikan dan pembunuhan terhadap anak-anak akan segera berakhir.

Orangtua korban berharap pembunuh anaknya dihukum mati. Kini yang menjadi pertanyaan semua pihak benarkan Ali Azhari yang telah membunuh dan menyodomi Dipo Setiawan. Apakah mungkin polisi salah tangkap atau memaksakan bahwa Ali Azharilah pelaku pembunuhan dan sodomi terhadap Dipo, jawabannya akan dibuktikan di pengadilan saat kasus ini digelar di meja hijau. (Sup)

Bookmark and Share