
indosiar.com, Jakarta - Inilah andong, atau biasa juga disebut delman. Angkutan yang ditarik oleh seekor kuda ini kini jumlahnya semakin sedikit dan lokasi beroperasinya terbatas.
Hanya di daerah tertentu saja andong masih dapat ditemukan. Padahal angkutan ini cukup digemari karena tarifnya murah dan tidak menggunakan bahan bakar.
Di Jakarta andong masih dapat ditemui di kawasan Jalan Swadarma Raya Jakarta Barat. Di sini mangkal belasan andong yang hilir mudik membawa penumpang dari kawasan Cipulir Jakarta Selatan ke kawasan Joglo Jakarta Barat.
Ongkos untuk tujuan jauh dekat hanya seribu rupiah. Jalannya yang pelan dan santai membuat para penumpang dapat bersantai.
Udin merupakan salah seorang kusir andong yang biasa mangkal di kawasan Joglo Jakarta Barat. Dia sudah menjalani pekerjaan ini lebih dari dua puluh tahun.
Kudanya bernama Rika. Usianya lima tahun. Rika adalah kuda ketiga yang dirawatnya semenjak menjadi kusir andong. Merawat kuda tidak terlalu sulit. Kuda dikandangkan di sebuah kandang yang disebut istal. Disini setiap harinya kuda dirawat, dimandikan dan di bersihkan bulu-bulunya.
Selain diberi makan, kuda penarik andong ini harus sering diganti sepatunya, atau biasa disebut tapal kaki kuda. Harga satu tapal kaki kuda berikut pakunya tiga ribu rupiah. Sepatu kuda diganti seminggu sekali.
Kuda juga harus dijaga agar tidak terkena penyakit. Biasanya penyakit yang menyerang kuda adalah demam dan ingusan. Bagi Udin, menjadi kusir andong banyak suka-dukanya.
Bila hari libur, udin mencari penghasilan tambahan dengan membawa kuda beserta andongnya ke tempat hiburan. Seperti ke kawasan Ragunan, Monas dan Bintaro. Hasilnya cukup lumayan. Karena banyak anak kecil yang senang naik andong saat mereka berekreasi.
Kini para kusir andong semakin terpinggirkan. Tempat mereka mencari nafkahpun kian terbatas. Mereka berharap, angkutan rakyat ini tidak dilarang. Sehingga mereka masih bisa mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. (Helmi Azahari/Sup)